Jakarta, CNN Indonesia —
Roti putih atau roti tawar biasanya menjadi salah satu pengganjal rasa lapar atau camilan yang ditemani segelas kopi, teh, bahkan susu. Banyak orang Bahkan menambahkan meses atau selai untuk menikmati roti putih.
Roti putih sangat mudah ditemukan di supermarket maupun minimarket terdekat. Meskipun demikian, bolehkah makan roti putih setiap hari? Ketahui risiko kesehatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risiko kesehatan makan roti putih setiap hari
Roti putih terbuat dari tepung olahan dan relatif tinggi karbohidrat serta kalori. Meskipun demikian, roti putih rendah serat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Mengutip Very Well Health, roti tawar termasuk makanan olahan dengan tekstur lebih halus dan ringan dibandingkan jenis roti lainnya. Roti ini Bahkan mengandung gula tinggi dan minim nutrisi.
Tak heran, masa simpan roti tawar lebih lama dibandingkan roti gandum utuh. Lantas, bagaimana dampaknya Manakala makan roti putih setiap hari? Berikut Sebanyaknya risikonya:
1. Mengoptimalkan gula darah dan risiko diabetes
Roti putih merupakan sumber karbohidrat yang tinggi gula. Tubuh memecahnya dengan Murah untuk menghasilkan energi, sehingga memicu lonjakan gula darah.
Saat tubuh memecah karbohidrat, zat ini diubah menjadi glukosa dan Mengoptimalkan kadar gula darah. Berikutnya, gula darah Berencana turun dengan Murah, membuat tubuh merasa lesu dan lelah.
Manakala roti putih dikonsumsi secara rutin, risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes tipe 2 pun meningkat.
Sebagai alternatif, pilih roti dengan karbohidrat kompleks dan serat tinggi seperti roti gandum utuh. Jenis roti ini dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah setinggi roti putih.
2. Rendah serat dan berdampak pada kesehatan usus
Biji-bijian utuh mengandung serat dan nutrisi penting untuk Membantu kesehatan usus. Meskipun demikian, proses pengolahan pada roti putih Pernah menghilangkan sebagian besar nutrisi tersebut, sehingga manfaatnya bagi pencernaan menjadi minim.
Gandum memiliki tiga komponen utama, Disebut juga dedak, kecambah, dan endosperma. Dalam proses pembuatan roti putih, dedak dan kecambah dihilangkan, sehingga hanya menyisakan endosperma. Akibatnya, serat, vitamin, dan mineral turut berkurang.
Padahal, serat berfungsi menstabilkan kadar gula darah, Menyajikan rasa kenyang lebih lama, serta melancarkan pencernaan. Karena kandungan seratnya rendah, roti putih kurang Membantu kesehatan saluran cerna.
3. Mengoptimalkan risiko obesitas
Mengonsumsi roti putih setiap hari dapat memicu obesitas. Pasalnya, sepotong roti putih mengandung sekitar 73 kalori.
Karena rendah serat dan protein, roti putih tidak Menyajikan rasa kenyang yang cukup Manakala hanya dimakan satu potong. Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi roti dalam jumlah lebih banyak untuk merasa kenyang.
|
Ilustrasi. Roti putih atau roti tawar. (Istockphoto/StockPhotosArt)
|
4. Menyebabkan sembelit
Mengutip Eat This, Not That, roti putih dapat menyebabkan sembelit karena proses pembuatannya menghilangkan serat dari dedak dan kecambah gandum.
Dedak gandum mengandung serat tidak larut yang bergerak melalui saluran pencernaan tanpa Dianjurkan dipecah atau diserap. Serat ini Membantu memperlancar proses pencernaan. Tanpa kandungan tersebut, risiko sembelit pun meningkat.
5. Memicu jerawat
Konsumsi roti putih setiap hari Bahkan berisiko memicu jerawat, yang berkaitan dengan indeks glikemik (GI) roti putih yang tinggi.
Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), studi kecil menunjukkan bahwa diet rendah GI dapat Membantu mengurangi jumlah jerawat. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya lonjakan gula darah.
Lonjakan gula darah dapat merangsang produksi sebum berlebih, membuat kulit lebih berminyak. Terlebih lagi, kondisi ini Bahkan memicu peradangan dalam tubuh yang berkontribusi pada munculnya jerawat.
6. Mengoptimalkan risiko stroke
Studi yang diterbitkan di British Medical Journal menunjukkan bahwa konsumsi biji-bijian olahan dalam jumlah tinggi, seperti roti putih, dapat Mengoptimalkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan serangan jantung.
Disebutkan, mereka yang mengonsumsi lebih dari tujuh porsi biji-bijian olahan per hari memiliki risiko stroke Sampai saat ini 47 persen lebih tinggi.
7. Menyebabkan hiperglikemia
Makan roti putih setiap hari dapat memicu kenaikan kadar gula darah dan menyebabkan hiperglikemia. Kondisi ini berisiko menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang, seperti penyakit kardiovaskular, kerusakan saraf (neuropati), Sampai saat ini gagal ginjal.
Roti putih memiliki indeks glikemik tinggi sehingga melepaskan glukosa dengan Murah ke dalam darah. Bertolak belakang dengan, makanan dengan indeks glikemik rendah melepaskan glukosa secara perlahan sehingga kadar gula darah lebih stabil.
Jadi, masih ingin mengonsumsi roti putih setiap hari? Pertimbangkan kembali risikonya demi kesehatan jangka panjang. Semoga bermanfaat.
(glo/tis)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
