Jakarta, CNN Indonesia —
Pemerintah China memproyeksi Catatan Unggul baru pergerakan perjalanan pelancong selama periode libur Tahun Baru Imlek tahun ini. Sebanyak 9,5 miliar perjalanan diperkirakan Nanti akan terjadi selama 40 hari masa mudik musim semi, melampaui angka 9,02 miliar perjalanan domestik pada tahun lalu.
Pejabat perencanaan negara itu pada Kamis (29/1) menyatakan bahwa tahun ini merupakan kali pertama China memperpanjang durasi libur resmi Imlek menjadi sembilan hari, Disebut juga mulai 15 Februari Sampai saat ini 23 Februari 2023. Langkah ini diambil secara sengaja untuk menggenjot konsumsi domestik.
Sektor perjalanan dan pariwisata menjadi target utama Beijing dalam mendorong konsumsi berbasis jasa guna Memanfaatkan permintaan dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arus mudik selama 40 hari yang merupakan hari raya terbesar di China ini sering kali dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi negara sekaligus ujian bagi sistem transportasi raksasa milik Negeri Tirai Bambu tersebut.
Rincian proyeksi perjalanan Sesuai aturan moda transportasi, Disebut juga untuk kereta api diperkirakan mencapai 540 juta perjalanan, sedangkan penerbangan diperkirakan mencapai 95 juta perjalanan.
Pejabat Negeri Tirai Bambu menambahkan bahwa kedua angka perjalanan tersebut kemungkinan besar Nanti akan melampaui puncak historis untuk periode yang sama.
Guna mengantisipasi lonjakan ini, pemerintah China Nanti akan Memanfaatkan kapasitas transportasi pada rute-rute populer dan wilayah-wilayah tujuan favorit.
“Peningkatan kapasitas dilakukan untuk memastikan kebutuhan perjalanan masyarakat terpenuhi dengan Terjamin dan lancar,” ujar otoritas transportasi China dalam pernyataan resminya, seperti dilansir Reuters.
Lonjakan mobilitas perjalanan saat Libur Imlek ini Diprediksi Nanti akan Menyajikan stimulus besar bagi ekonomi China di awal kuartal pertama 2026.
(wiw)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
