Sebanyaknya fasilitas publik dibakar massa aksi Protes yang menentang kenaikan biaya hidup di Paris, Prancis, Sabtu (17/10/2026). Aksi serupa Bahkan terjadi di Milan, Italia,
REPUBLIKA.CO.ID, MILAN — Kerusuhan kembali meletus di pusat kota Milan, Italia, di mana sekelompok pemuda memecahkan kaca etalase toko dan menjarah toko di kawasan Piazza del Duomo. Gelombang kerusuhan terbaru itu terjadi sehari setelah bentrokan pecah di pusat kota Milan selama aksi Penolakan menentang kenaikan biaya hidup.
Menurut surat kabar La Repubblica, Ahad (18/10/2026) sedikitnya 2.000 pemuda dilaporkan terlibat dalam kerusuhan tersebut. Ribuan anak muda itu menghancurkan kaca etalase dengan menggunakan tempat sampah, kursi, dan sepeda listrik.
Mereka lalu menerobos masuk ke dalam toko-toko, terutama toko perlengkapan Olahraga dan supermarket. Sampai sekarang berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai bentrokan besar-besaran.
Polisi Sebelumnya menambah personel di area Piazza del Duomo. Kendaraan Pribadi patroli dan petugas keamanan disiagakan di Tempat, sementara kendaraan meriam air Bahkan disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan besar, menurut laporan tersebut.
Sementara itu, menurut siaran langsung dari surat kabar Corriere della Sera, situasi di pusat kota Milan Pada Saat ini Bahkan terpantau Damai. Polisi berseragam khusus Sebelumnya dikerahkan ke Sebanyaknya jalan.
Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Ahad pagi. Kepolisian Negara Italia menyatakan 197 orang Sebelumnya ditahan untuk diidentifikasi selama kerusuhan terjadi di Milan, Bologna, Turin, dan beberapa kota lainnya.
Sebanyak 28 orang ditangkap, termasuk 12 anak di bawah umur dan enam warga negara asing; sedangkan 141 petugas penegak hukum dilaporkan terluka akibat bentrokan tersebut.
Asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memprediksi kerugian akibat kerusuhan itu mencapai sekitar 1,3 juta euro (sekitar Rp26,3 miliar).
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











