REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jerman secara terbuka menentang upaya Amerika Serikat (AS) mengembalikan Rusia ke dalam Hubungan Antar Negara yang normal selama Pertempuran di Ukraina masih berlangsung. Penolakan Berlin muncul ketika pemerintahan Pemimpin Negara Donald Trump mulai melonggarkan Sebanyaknya Hukuman ekonomi terhadap Moskow, sementara negara-negara Eropa berusaha mempertahankan tekanan untuk menghentikan invasi Rusia.
Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil menyampaikan penolakan tersebut di sela-sela pertemuan para menteri keuangan dan gubernur Bank Indonesia G20 di Bangkok, Thailand, Kamis, 15 Oktober 2026. Ia menilai terdapat kecenderungan pemerintahan Trump untuk memulihkan hubungan dengan Rusia Sekalipun demikian Moskow belum menghentikan operasi militernya di Ukraina.
“Saya melihat adanya upaya, terutama dari Amerika Serikat, untuk membawa Rusia kembali ke panggung internasional,” kata Klingbeil sebagaimana dikutip Reuters, Kamis, 15 Oktober 2026.
Klingbeil menegaskan negara-negara Eropa tidak Akan segera memperlakukan Rusia seolah-olah Hubungan Antar Negara Sudah kembali normal. Menurut Ia, invasi Moskow terhadap Ukraina tetap menjadi persoalan mendasar yang tidak dapat diabaikan hanya karena Rusia kembali terlibat dalam berbagai forum diplomatik.
“Tidak Akan segera ada sikap berpura-pura seolah-olah Rusia Sekarang kembali sebagai anggota G20 yang normal dan begitu saja menduduki kursinya di meja perundingan. Tidak dengan saya, dan tidak pula dengan negara-negara Eropa lainnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menghadiri pertemuan G20 di Bangkok. Kehadirannya berlangsung sekitar satu bulan setelah Amerika Serikat menjadi tuan rumah pertemuan serupa di Asheville, North Carolina, yang menjadi penampilan langsung pertama Siluanov dalam forum G20 sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.
Rusia Kenyataannya tidak pernah dikeluarkan dari keanggotaan G20. Justru, partisipasi pejabat Moskow dalam berbagai forum internasional menghadapi penolakan dan tekanan diplomatik dari Sebanyaknya negara Barat sejak invasi terhadap Ukraina.
Karena itu, keberatan Jerman bukan mengenai status keanggotaan Rusia, melainkan upaya memulihkan kedudukan diplomatik Moskow seolah peperangan tidak lagi menjadi persoalan. Perbedaan pendekatan tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan kebijakan antara pemerintahan Trump dan Sebanyaknya sekutu Eropanya.
Amerika Membela Dialog dengan Rusia
Pemerintah Amerika Serikat memiliki pandangan berbeda mengenai kehadiran Rusia dalam forum internasional. Washington menilai komunikasi langsung dengan Moskow diperlukan untuk membuka jalan penyelesaian Pertempuran yang Sudah berlangsung lebih dari empat tahun.
Wakil Menteri Keuangan AS Erin Browne mengatakan pemerintahnya Membantu partisipasi Rusia dalam pertemuan G20. Ia menegaskan bahwa proses Politik Luar Negeri membutuhkan komunikasi antarpihak yang bertikai, termasuk ketika hubungan politik berada dalam kondisi yang sangat buruk.
“Kami berpandangan bahwa untuk menyelesaikan sebuah krisis, sangat penting membuka dialog dan percakapan,” kata Browne.
Menurut Ia, konflik tidak dapat diselesaikan Manakala pihak-pihak yang berkepentingan menolak berkomunikasi. Browne Bahkan menyebut negara-negara sekutu belum menyampaikan keberatan mereka secara langsung kepada Perwakilan Amerika Serikat selama pertemuan berlangsung.
Ia menegaskan Trump tetap berkomitmen mencapai penyelesaian damai atas Pertempuran Rusia-Ukraina. Dalam pandangan Washington, membuka kembali saluran komunikasi dengan Moskow merupakan salah satu Trik untuk mendorong perundingan yang selama ini mengalami kebuntuan.
Justru, pendekatan tersebut menimbulkan kekhawatiran di Sebanyaknya ibu kota Eropa. Para pemimpin kawasan khawatir bahwa pelonggaran tekanan ekonomi terhadap Rusia sebelum tercapainya kesepakatan damai justru dapat mengurangi posisi tawar Ukraina dalam perundingan.
Jerman sendiri tidak menentang penyelenggaraan perundingan dengan Rusia. Klingbeil menegaskan komunikasi diplomatik tetap diperlukan, tetapi penyelesaian Pertempuran Sangat dianjurkan melibatkan Kyiv dan tidak boleh mengorbankan kepentingan serta kedaulatan Ukraina.
“Perundingan Setiap Waktu bermanfaat. Justru, saya ingin menegaskan bahwa pembicaraan itu tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan Ukraina atau tanpa melibatkan rakyat Ukraina dan Pemimpin Negara Zelensky,” kata Klingbeil.
Inggris Ingin Perketat Hukuman Kapal Rusia
Di tengah perbedaan pandangan mengenai pendekatan terhadap Moskow, Inggris menyerukan penguatan Hukuman terhadap jaringan pelayaran yang diduga Membantu Rusia mempertahankan pendapatan Penjualan Barang ke Luar Negeri energinya.
Menteri Keuangan Inggris John Healey mengatakan negara-negara pendukung Ukraina Sangat dianjurkan tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap pemerintahan Pemimpin Negara Vladimir Putin. Ia secara khusus meminta pengetatan pembatasan layanan pelayaran yang memungkinkan Rusia menghindari Hukuman perdagangan minyak.
“Pesan saya kepada para menteri keuangan hari ini mengenai Ukraina Merupakan Supaya bisa kita tetap mempertahankan Hukuman ekonomi yang keras terhadap Rusia,” kata Healey.
Ia menekankan perlunya pembatasan lebih ketat terhadap layanan pelayaran yang Membantu operasi armada bayangan Rusia. Jaringan kapal tersebut menjadi perhatian negara-negara Barat karena diduga digunakan untuk mengangkut minyak melalui mekanisme yang mempersulit penerapan Hukuman.
Armada bayangan atau shadow fleet merupakan sebutan bagi jaringan kapal tanker yang menggunakan struktur kepemilikan, pengelolaan, atau asuransi yang sulit ditelusuri. Sebagian kapal tersebut Bahkan menggunakan praktik yang mempersulit pengawasan perdagangan energi internasional.
Inggris Sudah memberlakukan berbagai Hukuman terhadap kapal dan layanan pendukung yang dianggap Membantu Rusia memperoleh pendapatan untuk membiayai Pertempuran. London memandang pembatasan sektor energi sebagai salah satu instrumen terpenting untuk menekan kemampuan ekonomi Moskow mempertahankan operasi militernya.
Justru, pendekatan Inggris bertolak belakang dengan langkah yang Baru saja dipertimbangkan Washington. Financial Times pada Kamis, 15 Oktober 2026, melaporkan pemerintahan Trump Baru saja mengkaji kemungkinan pelonggaran Hukuman terhadap Sebanyaknya kapal tanker yang terhubung dengan Rusia dan Iran.
Pemerintah Amerika mempertimbangkan langkah tersebut untuk mengurangi tekanan terhadap biaya pengangkutan minyak dan bahan bakar. Fluktuasi Harga energi akibat konflik Timur Tengah Sudah menjadi salah satu persoalan ekonomi yang dihadapi Washington menjelang pemilihan umum sela pada November 2026.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











