Jakarta, CNN Indonesia —
Suzuki menegaskan bakal mengambil langkah berbeda di tengah gempuran Kendaraan Pribadi listrik asal China di Indonesia. Merek Jepang ini memilih fokus pada strategi global yang disebutnya sebagai multi-pathway.
Multi-pathway umumnya menjadi strategi pabrikan untuk Menyajikan banyak solusi terkait penurunan emisi melalui beberapa jenis teknologi kendaraan, mulai dari konvensional memakai energi terbarukan, mild hybrid, hybrid, PHEV, sampai listrik murni (EV).
“Secara strategi, kami tidak hanya melihat Indonesia, tapi secara global Merupakan multi-pathway. Jadi kami Menyajikan beberapa solusi berkaitan dengan penurunan emisi karbon,” kata Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT SIS Dony Saputra, di Jakarta, Kamis (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suzuki melihat upaya penurunan emisi karbon tidak bisa diselesaikan dengan satu solusi teknologi saja. Lalu strategi multi-pathway yang dimaksud mencakup berbagai teknologi ramah lingkungan, mulai dari hybrid, penggunaan energi alternatif, Sampai saat ini BEV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekalipun, kata Ia penerapan teknologi tersebut Wajib disesuaikan dengan kondisi pasar, kebutuhan konsumen, serta lingkungan di masing-masing negara.
“Tidak serta-merta dalam bentuk BEV. Kami Menyajikan beberapa teknologi, ada hybrid, kemudian energi alternatif lainnya, maupun BEV,” lanjutnya.
Ia melanjutkan pendekatan ini sekaligus menjelaskan mengapa Suzuki belum terlihat agresif meluncurkan Kendaraan Pribadi listrik murni di Indonesia.
Dalam segmen elektrifikasi, Suzuki baru menghadirkan Sebanyaknya Kendaraan Pribadi mild hybrid (Ertiga, XL7, Fronx, dan Grand Vitara), sedangkan Kendaraan Pribadi listrik murni mereka, eVitara direncanakan meluncur di Indonesia bulan depan.
Dony lantas berharap seluruh teknologi elektrifikasi milik Suzuki dapat diperkenalkan secara bertahap di Indonesia, mengikuti kesiapan ekosistem serta karakter konsumen nasional.
“Kami berharap semuanya nanti bisa kami introduce di Indonesia, sehingga lebih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, serta lingkungan yang ada di sekitar konsumen,” ujarnya.
(ryh/mik)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
