Jakarta, CNN Indonesia —
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) buka suara terkait polemik masuknya truk Perdagangan Masuk Negeri asal China yang dinilai kian masif dan menekan pasar lokal. Perdagangan Masuk Negeri truk dikeluhkan anggota Gaikindo dari segmen kendaraan komersial.
Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto menyatakan pihaknya Sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan tengah dicarikan solusinya.
“Itu kami Pernah sampaikan ke Kemenperin, jadi Kemungkinan nanti Nanti akan dicarikan jalan,” kata Jongkie di Jakarta, Jumat (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, truk Perdagangan Masuk Negeri asal China masuk ke Indonesia melalui berbagai skema yang secara aturan masih abu-abu, antara legal dan ilegal. Salah satu jalur yang kerap digunakan melalui fasilitas master list.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Karena mereka itu sebetulnya masuk dibilang legal atau ilegal, mereka memang masuk bisa pakai beberapa Trik. Dalam master list ada Bahkan kan, karena Ia Penanaman Modal beli peralatan termasuk truknya boleh Bahkan [diimpor],” ujarnya.
Apalagi ada pula truk Perdagangan Masuk Negeri yang masuk dengan status penggunaan terbatas, misalnya hanya untuk operasional di area tambang. Dalam skema ini kendaraan tidak diwajibkan memenuhi standar laik jalan maupun homologasi karena tidak digunakan di jalan umum.
“Ada Bahkan yang masukin tapi hanya dipakai di tambang. Karena Ia gak pakai jalan raya, maka Kendaraan Pribadi itu gak memerlukan laik jalan atau homologasi,” ucapnya.
Gaikindo pun mendorong pemerintah untuk menertibkan aturan Supaya bisa menciptakan persaingan lebih adil. Kata Ia salah satu opsi yang bisa ditempuh Merupakan mewajibkan seluruh kendaraan, termasuk truk dan alat transportasi lainnya, untuk memenuhi standar laik jalan di Indonesia.
“Bisa Bahkan nanti ditertibkan dari perindustrian dengan bikin keputusan semua Kendaraan Pribadi, truk atau apapun, Wajib laik jalan di sini. Beres kan,” ujar Jongkie.
Beberapa pabrikan kendaraan niaga di Indonesia sebelumnya Sudah mengeluhkan terkait maraknya truk Perdagangan Masuk Negeri asal China masuk Indonesia.
Krama Yudha Tiga Berlian Kendaraan Bermotor Roda Dua (Fuso) misalnya, menyebutkan masuknya truk China yang tidak sesuai regulasi dinilai sangat tidak adil untuk perusahaan dengan Penanaman Modal besar di dalam negeri. Merek ini pun meminta pemerintah segera menindak tegas.
Apalagi pabrikan Hino Bahkan mengeluhkan masalah yang sama, sebab kondisi ini Sudah menggerus produksinya di Indonesia.
Direktur Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) Harianto Sariyan mengatakan pabrik di Tanah Air yang berlokasi di Purwakarta, Jabar, memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 75 ribu unit. Saat ini Bahkan Bahkan kapasitas terpakai 35 persen Sampai saat ini 45 persen.
“Tapi 2025 tahun paling suram buat kami sisa sekitar 25 persen. Karena tahun lalu banyak truk China masuk,” kata Harianto di pabriknya, Rabu (21/1).
Ia cukup menyesalkan kondisi tersebut, mengingat Hino Sudah berinvestasi cukup besar di dalam negeri dan mempekerjakan ribuan orang pada ekosistem Usaha tersebut.
(ryh/mik)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
