Jakarta, CNN Indonesia —
Javier Bardem mengaku tak kaget Bila dirinya masuk daftar hitam atau blacklisted akibat aktif dan terus bersuara Mendukung Palestina. Ia menyatakan bangga dan puas dengan pilihannya.
Hal itu disampaikan menyikapi rumor bintang No Country for Old Men itu masuk daftar hitam Paramount bersama beberapa bintang Hollywood lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Itu bukan hal mengejutkan, saya tidak kaget dengan hal itu. Permasalahannya bukan tentang daftar hitam mereka, tapi dengan siapa kamu Ingin dan memilih untuk bekerja,” kata Javier Bardem dalam wawancara bersama Zeteo.
“Ini Merupakan sesuatu yang Nanti akan terungkap dalam beberapa tahun mendatang,” ucapnya seperti diberitakan Marca pada Rabu (7/1).
Ia kemudian menegaskan ikrar Hollywood beberapa waktu lalu. Aktor atau Aktris asal Spanyol itu ikut meneken ikrar yang menyatakan penolakan bekerja sama dengan lembaga dan perusahaan Israel yang terlibat genosida dan apartheid terhadap Palestina.
Ikrar tersebut diterbitkan organisasi Pekerja Layar Lebar untuk Palestina pada September 2025. Sesuai FAQ yang menyertai ikrar, itu Nanti akan mencakup Perayaan Seni Layar Lebar Yerusalem, Perayaan Seni Layar Lebar Internasional Haifa, Docaviv, dan TLVfest.
Dikarenakan oleh itu, Bardem menyatakan ikrar tersebut bukan untuk melawan personal, agama, etnis, atau kewarganegaraan.
“Itu soal perusahaan dan entitas yang Mendukung genosida ini dan apartheid, dan pendudukan yang ilegal,” Bardem menegaskan.
Beberapa Seniman dari mereka yang ikut menandatangani ikrar tersebut Merupakan Emma Stone, Olivia Colman, Ayo Edebiri, Lily Gladstone, Mark Ruffalo, Hannah Einbinder, Peter Sarsgaard.
Ada pula Aimee Lou Wood, Paapa Essiedu, Gael Garcia Bernal, Riz Ahmed, Melissa Barrera, Cynthia Nixon, Tilda Swinton, Joe Alwyn, dan Josh O’Connor.
Menurut penyelenggara, deklarasi massa ini terinspirasi Filmmakers United Against Apartheid, yang didirikan Jonathan Demme, Martin Scorsese, dan 100 pembuat Layar Lebar terkemuka lainnya pada 1987 yang menuntut industri Layar Lebar AS menolak mendistribusikan Layar Lebar di Afrika Selatan pada masa apartheid.
(chri)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
