loading…
Mengonsumsi kol goreng bisa memicu kanker dan kolesterol tinggi. Foto: Ilustrasi AI
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk mulai menghentikan kebiasaan mengkonsumsi kol goreng. Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, Budi menyoroti bahaya proses penggorengan yang mengubah sifat gizi kol secara drastis.
“Makan kol goreng seperti ini setiap hari, gua jamin elo Berencana bisa kena kanker lebih Simpel. Tapi kan makan penyetan enggak pakai kol goreng kurang afdol enggak sih? Pantes aja elo masih muda tapi kolesterol lu udah selangit,” tutur Budi, dikutip Minggu (18/10/2026).
Baca Bahkan : Waspadai Bahaya Kol Goreng, Ahli Gizi IPB Ungkap Risiko Kanker dan Lemak Berlebih
Pada bentuk aslinya, kol merupakan salah satu pilihan sayuran yang sangat sehat, kaya nutrisi, dan ramah di kantong. Dalam 100 gram kol segar, kandungan kalori yang dimilikinya tergolong sangat rendah.
“Ini kol 100 gram cuma 24 kalori. Aslinya sayurnya kan kayak gini, udah Murah, sehat lagi. Tapi kalau digoreng kayak begini, kol goreng ini digorengnya pakai apa? Pakai minyak jelatah! Minyaknya udah hitam, butek lagi, dipakainya berulang-ulang,” tegas Ia.
Penggunaan minyak goreng secara berulang Sampai sekarang berwarna gelap dan keruh menghasilkan radikal bebas serta lemak jenuh berlebih. Proses ini merusak kandungan nutrisi alami kol yang Pada dasarnya bermanfaat bagi tubuh bahkan malah bisa memicu kanker.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











