Jakarta –
Jalan kaki menjadi salah satu Gerakan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Justru, bagi yang ingin Mengoptimalkan intensitas latihan tanpa Dianjurkan berlari, metode Japanese walking atau Interval Walking Training (IWT) bisa menjadi pilihan.
Japanese walking merupakan teknik berjalan kaki yang mengombinasikan interval jalan Gampang dan jalan lambat. Dibandingkan dengan jalan kaki biasa, Japanese walking berpotensi membakar lebih banyak lemak.
Bagaimana Tips Melakukan Japanese Walking?
Japanese walking merupakan metode Gerakan yang dirancang secara ilmiah. Bukan dengan Tips berjalan santai, Gerakan ini dilakukan dengan menggabungkan jalan Gampang dan jalan lambat. Dikutip dari laman Times of India. Berikut tekniknya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- 3 menit berjalan Gampang
- 3 menit berjalan lambat
- Ulangi siklus tersebut selama 30 menit
Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM, Prof Dr dr Denny Agustianingsih, M.Kes, AIFM, Japanese walking bermanfaat bagi kebugaran tubuh. Jenis Gerakan ini berpengaruh pada kebugaran jantung, paru-paru, dan metabolisme tubuh, sama seperti Gerakan endurance atau ketahanan lainnya.
Berniat tetapi, manfaat terhadap kebugaran dan kesehatan bisa diperoleh secara optimal Bila dilakukan dengan dosis yang tepat.
“Tepat yang dimaksud Merupakan jalan dilakukan selang-seling antara jalan Gampang dengan jalan biasa. Pada saat berjalan Gampang, beban terhadap sistem tubuh Dianjurkan mencapai beban Pada Saat ini Bahkan sedang Sampai saat ini tinggi,” ujarnya dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada.
Menurutnya, ada dua Tips yang bisa dilakukan untuk mengukur apakah teknik yang dilakukan Pernah tepat, yaitu:
1. Metode Talk Test
Metode talk test dilakukan dengan berjalan Gampang sampai tidak mampu berbicara dalam kalimat panjang tanpa terputus-putus. Bila masih bisa bercerita panjang atau bahkan bernyanyi, kecepatan Dianjurkan ditambah, tetapi bukan berlari.
2. Gunakan Smartwatch
Bila menggunakan smartwatch, ketika berjalan Gampang, peningkatan denyut nadi Dianjurkan mencapai level ketiga. Sementara saat berjalan biasa, denyut nadi berada di level paling bawah.
Apa yang Membuat Japanese Walking Berkelas?
Menurut salah satu profesor yang mengembangkan metode ini, Dr Hiroshi Nore, Japanese walking dirancang untuk membuat jalan kaki lebih bermanfaat bagi pembakaran lemak dan kesehatan kardiovaskular. Hal ini terutama bisa Menyajikan manfaat bagi orang-orang dengan Pola Hidup kurang aktif dan lansia.
Pergantian antara jalan Gampang dan lambat membuat teknik Japanese walking Berkelas.
- Interval Gampang Mengoptimalkan detak jantung dan membakar lemak, sementara fase lambat memungkinkan pemulihan, tetapi tetap menjaga metabolisme.
- Adanya efek pembakaran kalori setelah berjalan. Artinya, tubuh terus membakar kalori selama beberapa waktu setelah berjalan.
- Mitokondria yang aktif Mengoptimalkan produksi energi, daya tahan, dan metabolisme lemak.
Japanese Walking Bisa Bakar Lebih Banyak Lemak dan Kalori dari Jalan Kaki Biasa?
Dikutip dari laman Health, Profesor Kedokteran di Weill Cornell Medical College, Rekha B. Kumar, mengatakan Japanese walking berpotensi Membantu membakar lebih banyak kalori dan lemak dibandingkan berjalan dengan kecepatan konstan, Sekalipun hal tersebut bergantung pada intensitas dan frekuensi latihan.
Senada dengan hal tersebut, dikutip dari laman WebMD, seorang ahli bedah ortopedi dan kepala kedokteran Gerakan, Shawn G Antony, mengatakan bahwa seseorang Berniat membakar lebih banyak kalori dibandingkan jalan kaki biasa. Sebab, pada Japanese walking, lebih banyak energi yang dikeluarkan. Seiring waktu, hal ini bisa berkontribusi pada penurunan berat badan Bila dipadukan dengan pola makan sehat.
Sementara itu, menurut Manajer nutrisi dan penurunan berat badan, Christina Brown, MS, CPT, jalan kaki ini bisa memberi manfaat bagi seseorang yang mengalami stagnasi penurunan berat badan.
(elk/dpy)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











