REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Negara Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Rusia dan Ukraina menahan diri dari serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Hitam. Seruan itu muncul ketika perairan strategis yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan pangan dan energi dunia semakin terseret ke dalam medan Pertempuran kedua negara.
Erdogan menyampaikan kekhawatiran tersebut saat bertemu Kepala Negara Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Ankara menilai meningkatnya serangan terhadap kapal dagang Pernah terjadi membawa Pertempuran Rusia-Ukraina memasuki wilayah yang dapat berdampak jauh melampaui kedua negara.
“Serangan terhadap kapal-kapal komersial tidak dapat dibenarkan,” demikian sikap Erdogan sebagaimana dilaporkan media Turki Anadolu Agency. Erdogan Bahkan meminta langkah konkret untuk menjamin keselamatan navigasi di Laut Hitam serta mengharapkan pihak-pihak yang bertikai bertindak secara bertanggung jawab.
Pernyataan tersebut bukan muncul dalam ruang kosong. Reuters melaporkan pasar asuransi maritim London pada pekan lalu Memperluas wilayah Laut Hitam yang dikategorikan berisiko tinggi setelah Rusia dan Ukraina Mengoptimalkan serangan terhadap pelayaran komersial dalam dua bulan terakhir. Premi risiko Pertempuran pun melonjak dan menambah biaya Sampai saat ini ratusan ribu Mata Uang Asing AS untuk setiap pelayaran tujuh hari.
Situasi itu membuat kekhawatiran Ankara semakin mendesak. Sebanyaknya serangan sebelumnya mengenai kapal milik Turki dan bahkan menewaskan warga negara Turki, sedangkan Ankara Pernah terjadi mengajukan gagasan kepada Moskow dan Kyiv Supaya bisa serangan terhadap pelayaran dihentikan. Turki masih menunggu respons kedua pihak.
Erdogan menegaskan Turki tetap siap melakukan segala yang berada dalam kemampuannya untuk Mendukung mengakhiri Pertempuran melalui perdamaian yang bertahan lama. Ankara Bahkan berjanji melanjutkan upaya menghidupkan kembali perundingan langsung Rusia-Ukraina.
Posisi Turki menjadi penting karena Ankara merupakan salah satu dari sedikit anggota NATO yang masih mempertahankan hubungan kerja dengan Moskow sekaligus Menyajikan dukungan kepada Kyiv. Turki Mendukung integritas teritorial Ukraina dan Menyajikan bantuan militer kepada Kyiv, tetapi tidak mengikuti Hukuman Barat terhadap Rusia serta tetap mempertahankan hubungan perdagangan dengan Moskow.
Laut yang Dikepung Enam Negara
Secara geografis, Laut Hitam seperti sebuah cekungan besar yang berada di antara Eropa tenggara dan kawasan Eurasia. Enam negara memiliki garis pantai langsung di perairan ini, Disebut juga Turki di selatan, Bulgaria dan Romania di barat, Ukraina di utara, serta Rusia dan Georgia di sisi timur dan timur laut. Reuters Bahkan mencatat enam negara tersebut sebagai negara-negara yang berbagi perairan Laut Hitam.
Geografi itulah yang membuat setiap eskalasi di Laut Hitam mempunyai konsekuensi strategis. Tiga negara pantainya—Turki, Romania, dan Bulgaria—merupakan anggota NATO, sedangkan Rusia merupakan kekuatan militer utama kawasan dan Ukraina berada dalam Pertempuran langsung dengan Moskow.
Bagi Ukraina, Laut Hitam merupakan pintu ekonomi Ke arah pasar internasional. Pelabuhan-pelabuhan di kawasan Odesa menjadi jalur utama Produk Ekspor pertanian negara tersebut, dan Anadolu melaporkan lebih dari 90 persen Produk Ekspor pertanian Ukraina melalui laut bergantung pada pelabuhan Odesa dan kawasan sekitarnya sebelum eskalasi terbaru mengganggu arus tersebut.
Bagi Rusia, arti Laut Hitam Bahkan tidak kalah besar. Kawasan ini merupakan jalur utama Produk Ekspor gandum Rusia sekaligus penghubung pelabuhan-pelabuhan Rusia dengan pasar dunia. Reuters melaporkan hampir 90 persen Produk Ekspor biji-bijian Rusia melalui laut sebelumnya melewati Laut Hitam sebelum serangan drone dan gangguan keamanan mendorong perusahaan-perusahaan Rusia mencari jalur alternatif melalui Baltik dan Arktik.
Romania dan Bulgaria memiliki kepentingan ganda. Selain menjaga perdagangan dan keamanan pelabuhan mereka, keduanya merupakan anggota NATO yang berada tepat di tepian konflik sehingga keamanan Laut Hitam bersentuhan langsung dengan keamanan wilayah aliansi.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











