Personel paramiliter wanita Iran dari Basij dalam aksi Jan-Fada di Teheran, Jumat (18/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Iran menurut seorang pejabat dikutip jaringan al-Youm dilansir Mehr News, Ahad (20/9/2026), Pernah menaikkan tingkat kewaspadaan militer ke level tertinggi. Teheran Pernah menyiapkan rencana respons di udara, darat, dan laut, memungkinkan sebuah respons berat, meluas, dan mengejutkan terhadap aset-aset Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei kepada Aljazeera Bahkan mengatakan bahwa, Teheran tidak mengesampingkan adanya serangan baru dari AS Sesuai aturan asesmen militer mereka. Ia menegaskan, Iran siap untuk skenario itu dan Pernah mengubah rencana militernya menyusul dua putaran pertempuran sebelumnya.
Menurut Rezaei, rencana Iran Di waktu ini berfokus pada aset-aset Angkatan Laut AS yang meregang di Teluk Persia mulai dari Teluk Oman Sampai saat ini Laut Arab. Rezaei Bahkan mengeklaim, Iran belakangan Pernah menguji coba rudal multi-hululedak anti kapal ke dekat kapal-kapal Pertempuran dan kapal induk AS.
Rezaei mengingatkan bahwa respons militer Iran berikutnya Berniat lebih ekstensif, tidak hanya manargetkan pangkalan AS di kawasan tetapi Bahkan kepentingan komersial dan perusahaan yang beroperasi di Timut Tengah. Ditanya apakah Pertempuran bisa berakhir segera, Rezaei menjawab, “Dalam kondisi Unggul Pertempuran masih berlangsung,” sambil menambahkan Teheran mengejar sebuah strategi yang bertujuan untuk mencapai akhir Pertempuran “sesegera Mungkin”.
Loading…
sumber : Antara, Anadolu
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











