Jakarta –
Kualitas udara di Sebanyaknya wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan masuk kategori berbahaya. Data tersebut Mengikuti pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Rabu (23/9/2026) pukul 08.10 WIB.
Mengikuti data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Kabupaten Gunung Mas, Kalteng, mencatat kualitas udara terburuk dengan nilai ISPU 2.445. Parameter pencemar yang tercatat Merupakan PM10.
Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Selatan Bahkan mencatat ISPU sangat tinggi, masing-masing 1.700 dan 1.000. Keduanya Bahkan tercatat dengan parameter PM10.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kategori ISPU, nilai lebih dari 300 masuk kategori berbahaya. Artinya, Sebanyaknya wilayah yang tercantum dalam data pemantauan tersebut berada dalam kategori tersebut.
Berikut daftar wilayah terdampak karhutla dengan kualitas udara kategori berbahaya Mengikuti pemantauan pukul 08.10 WIB:
- KLH/BPLH Kabupaten Gunung Mas, Kalteng: ISPU 2.445, PM10
- KLH/BPLH Kabupaten Murung Raya, Kalteng: ISPU 1.700, PM10
- KLH/BPLH Kabupaten Barito Selatan Sanggu, Kalteng: ISPU 1.000, PM10
- KLH/BPLH Kabupaten Kapuas, Kalteng: ISPU 742, PM10
- KLH/BPLH Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng: ISPU 711, PM10
- KLH/BPLH Pontianak Tenggara, Kalbar: ISPU 620, PM10
- KLH/BPLH Kabupaten Barito Kuala, Kalsel: ISPU 580, PM10
- Integrasi Mobile AQMS BPBD Kalteng, Kalteng: ISPU 531, PM10
- KLH/BPLH Kabupaten Tabalong, Kalsel: ISPU 323, PM2,5
- Integrasi Kabupaten Kutai Barat Sendawar, Kaltim: ISPU 312, PM2,5
Kondisi tersebut Wajib diwaspadai karena paparan polusi udara, terutama PM10 dan PM2.5, dapat berdampak pada kesehatan saluran pernapasan.
PM10 dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan bagian atas. Paparan PM10 berpotensi menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan mata, terutama saat konsentrasinya meningkat
Sementara PM2.5 dapat masuk lebih dalam ke paru-paru dan Mengoptimalkan risiko gangguan pernapasan lantaran ukurannya sangat halus. Adapun kelompok yang paling rentan terdampak antara lain anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung.
(suc/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











