Influenza A diketahui dapat menginfeksi manusia sekaligus berbagai jenis hewan, seperti babi, burung, kuda, dan anjing laut. Sementara Influenza B lebih terbatas pada manusia.
Perbedaan tersebut Bahkan berkaitan dengan kemampuan kedua virus mengalami perubahan. Influenza A lebih sering mengalami mutasi sehingga dapat menghasilkan strain baru dan memiliki potensi menyebabkan pandemi. Adapun Influenza B cenderung lebih stabil dan mengalami perubahan lebih jarang.
Dari sisi tingkat keparahan, infeksi Influenza A dapat menyebabkan penyakit ringan Sampai sekarang berat. Virus ini Bahkan lebih berpotensi menyebabkan wabah berat dan komplikasi.
Sementara itu, Influenza B umumnya menyebabkan penyakit yang lebih ringan. Meski demikian, infeksi Influenza B tetap dapat berkembang menjadi komplikasi serius, terutama pada orang yang masuk dalam kelompok berisiko tinggi.
Kelompok yang rentan terhadap komplikasi influenza mencakup anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis. Karena itu, infeksi influenza tetap Dianjurkan mendapat perhatian Sekalipun gejala yang muncul pada sebagian orang tergolong ringan.
|
Infografis: Influenza Tipe A dan B, Apa Saja Sih Bedanya? Foto: detikHealth
|
Sama-sama Menyebabkan Flu Musiman
Dari pola penyebarannya, Influenza A dan B sama-sama dapat menyebabkan epidemi musiman. Influenza A Bahkan memiliki kemampuan menyebabkan pandemi, sedangkan Influenza B lebih berkaitan dengan epidemi musiman.
Perbedaan lainnya terlihat dari pengelompokan virus. Influenza A memiliki banyak subtipe, termasuk H1N1, H3N2, dan H5N1. Sementara Influenza B memiliki dua lineage utama, Didefinisikan sebagai Victoria dan Yamagata, dengan Yamagata disebut Pada saat ini jarang ditemukan.
Meski berbeda karakteristik, gejala yang ditimbulkan kedua virus tersebut dapat serupa. Gejala influenza antara lain demam atau menggigil, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, kelelahan, serta hidung berair atau tersumbat.
(suc/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











