Wabah Ebola Langka di Kongo ‘Menggila’, Tewaskan Lebih dari 2 Ribu Orang


Jakarta

Sebanyaknya Ahli kesehatan menilai wabah Ebola di Kongo masih jauh dari kondisi terkendali.

Salah satu kekhawatiran utama Merupakan banyaknya kasus baru yang tidak diketahui memiliki hubungan dengan pasien Ebola sebelumnya. Artinya penularan belum sepenuhnya terputus.

Sekitar 70-80 persen kasus baru tidak memiliki hubungan yang diketahui dengan pasien lain. Kondisi tersebut menunjukkan virus masih menyebar tanpa terdeteksi di Sebanyaknya wilayah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita masih jauh dari mengetahui besarnya wabah ini,” kata Dr Wessam Mankoula, Kepala Kesiapsiagaan dan Respons Darurat Africa CDC.

Menurutnya, wabah Ebola tersebut tidak Nanti akan berakhir dalam waktu dekat.

“Ini tidak Nanti akan berakhir dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan,” ujarnya.

Dikutip dari CNA, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat menyebut wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) Mungkin sekali dikendalikan dalam tiga bulan ke depan. Meskipun demikian, upaya penanganan Di waktu ini menghadapi berbagai tantangan dan penyebaran virus justru semakin meluas.

Wabah dilaporkan Pernah meluas Sampai saat ini ke enam provinsi.

Thierno Balde, Incident Manager WHO, mengatakan target pengendalian wabah dalam tiga bulan masih Mungkin sekali dicapai Manakala sumber daya yang dibutuhkan tersedia.

“Untuk rencana tiga bulan ke depan, ya, Manakala sumber daya yang diperlukan tersedia, saya pikir hal itu masih Mungkin sekali dilakukan,” kata Balde kepada wartawan di Jenewa dari Bunia, Kongo.

Wabah Ebola kali ini menjadi wabah terburuk yang pernah terjadi di Kongo. Dari 17 wabah yang pernah terjadi di negara tersebut, wabah terbaru ini Pernah menewaskan sedikitnya 2.325 orang.

Upaya penanganan wabah Di waktu ini masih terkendala keterbatasan sumber daya. WHO baru mendapatkan sekitar 60 persen dari US$ 115 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun yang dibutuhkan untuk penanganan wabah Ebola.

Selain pendanaan, Sebanyaknya tantangan lain Bahkan dihadapi, mulai dari keterlambatan deteksi kasus, tim pemantauan yang kewalahan, konflik bersenjata, Sampai saat ini keterbatasan vaksin dan Terapi untuk virus Ebola spesies Bundibugyo yang tergolong langka.

(naf/naf)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้