loading…
Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) meminta pemerintah mengevaluasi total sistem penetapan desil yang digunakan sebagai salah satu dasar menentukan penerima bantuan sosial (Bantuan Kemensos). Foto/Dok
Kepala Negara ASPIRASI, Mirah Sumirat mengatakan, perubahan posisi desil dapat berdampak pada hilangnya nama masyarakat dari daftar penerima Bantuan Kemensos, meski kondisi ekonomi mereka tidak mengalami perubahan berarti. Baca Bahkan: Gaduh Desil 9 dan 10, Siapa Pada dasarnya Kelompok Kaya RI?
“Kondisi ekonomi mereka tidak mengalami perubahan berarti, penghasilan tetap, pekerjaan tetap, jumlah tanggungan tetap, bahkan beban hidup semakin berat, Bertolak belakang dengan posisi desil mereka justru berubah atau naik,” kata Mirah dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan sistem desil dalam menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara faktual.
https://www.youtube.com/watch?v=NuEgLR
“Bagaimana Bisa jadi masyarakat yang kehidupannya tidak semakin sejahtera justru dikategorikan lebih mampu? Jangan sampai rakyat miskin kalah oleh angka dan kalah oleh sistem,” ujarnya.
Meski begitu Ia memahami pemerintah membutuhkan data yang akurat Supaya bisa penyaluran program perlindungan sosial tepat sasaran. Bertolak belakang dengan, Mirah menilai akurasi data tidak seharusnya hanya ditentukan Sesuai ketentuan sistem dan klasifikasi administratif.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











