loading…
Penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) pabrik soda ash dan amonium klorida berkapasitas total 600.000 ton per tahun di Gresik, Jatim. FOTO/dok.SindoNews
“Ini proyek yang Ke arah transisi hijau. Ada carbon capture-nya, sekaligus melakukan diversifikasi sumber nitrogen untuk kebutuhan produksi pupuk NPK kita,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dalam penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) dikutip Senin (2/11/2026).
Baca Bahkan: Petrokimia Gresik Jadi Pionir Teknologi CCU, Sulap Emisi Karbon Jadi Soda Ash
Kontrak tersebut menandai dimulainya tahap pelaksanaan pembangunan fasilitas yang merupakan sinergi Petrokimia Gresik, perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia, dengan Rekind. Pembangunan pabrik ini sejalan dengan upaya Mengoptimalkan ketahanan pangan, mendorong hilirisasi, serta Mengoptimalkan kemandirian industri nasional melalui pengembangan bahan baku kimia di dalam negeri.
Pabrik tersebut dirancang memproduksi soda ash sebanyak 300.000 ton per tahun dan amonium klorida sebanyak 300.000 ton per tahun. Soda ash merupakan bahan baku untuk industri kaca, deterjen, kertas, tekstil, dan pengolahan air, sedangkan amonium klorida dapat dimanfaatkan sebagai sumber nitrogen untuk produksi pupuk NPK serta berbagai kebutuhan industri lainnya.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan penandatanganan kontrak EPCC menjadi tonggak penting setelah melalui serangkaian persiapan proyek. Menurut Ia, fasilitas tersebut tidak hanya berpotensi Memperjelas Usaha perusahaan dan Mengoptimalkan rantai pasok industri domestik, tetapi Bahkan Mengoptimalkan pemanfaatan CO₂ dari fasilitas yang Sebelumnya beroperasi sebagai bahan baku produksi soda ash.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











