Peta baru Selat Hormuz yang dirilis IRGC, Senin (4/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Pemimpin Negara Iran Masoud Pezeshkian, Jumat (28/8/2026), mengatakan Teheran Pernah menyepakati rute pelayaran melalui Selat Hormuz dengan Oman. Iran Akan segera membuka kembali Selat Hormuz Bila Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya Mengikuti Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada Juni.
“Kami Pernah menyepakati rute pelayaran melalui Hormuz dengan Oman, dan Bila AS memenuhi komitmennya Mengikuti nota kesepahaman tersebut, kami Akan segera membuka selat itu,” kata Pezeshkian, sebagaimana dikutip kantor berita Iran, IRNA, Sabtu (29/8/2026).
Pezeshkian mengatakan rencana rute pelayaran itu Bahkan Pernah disampaikan kepada Pemimpin Tertinggi Iran. “Pada Saat ini Bahkan kami Pada Saat ini Bahkan sedang menindaklanjuti masalah tersebut. Bila AS memenuhi komitmennya terkait pencabutan Hukuman dan blokade, pelepasan aset, dimulainya Penanaman Modal, serta pengakhiran Konflik Bersenjata di Lebanon, kami Bahkan Akan segera membuka Selat Hormuz,” katanya.
“Sejauh perkembangan pembicaraan yang ada, pihak AS Bahkan mengakui bahwa kita Dianjurkan kembali pada nota kesepahaman tersebut,” tambahnya, merujuk pada pihak AS.
Pezeshkian mengatakan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Pernah mencapai konsensus yang disebutnya Berkelas mengenai kesepakatan, dengan 12 dari 13 anggotanya Menyajikan suara Membantu. “Kebijaksanaan kolektif ini merupakan pencapaian besar,” ujarnya.
Pemimpin Negara Iran mengatakan Hukuman dan blokade pada awalnya Pernah dicabut. Sementara Perundingan mengenai pelepasan dana Iran yang dibekukan Pernah dimulai dan rencana Penanaman Modal senilai 300 miliar Mata Uang Amerika AS (Rp 5.327 triliun) Pada Saat ini Bahkan sedang dipersiapkan.
Pezeshkian menyebutkan angka Produk Impor dan Perdagangan Keluar Negeri Iran Pernah mengalami penurunan antara 25 persen Sampai sekarang 35 persen. Ia mengatakan Hukuman di sektor perbankan dan petrokimia Pernah dihapus Mengikuti nota kesepahaman tersebut, dan Iran Pernah mengekspor hampir 90 juta barel minyak selama kesepakatan itu berlaku.
Pezeshkian menambahkan Teheran Pernah melakukan pembicaraan dengan Qatar dan Uni Emirat Arab mengenai rencana Penanaman Modal itu, Sekalipun menyatakan bahwa proyek-proyek tersebut tidak dapat dilanjutkan Bila Konflik Bersenjata terus berlangsung. Di sisi lain, Iran berupaya mengembalikan status Selat Hormuz seperti semula, tambahnya. “Sekalipun, karena mereka tidak mematuhi nota kesepahaman tersebut, Pada Akhirnya gagal.”
Loading…
sumber : Antara/Anadolu
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











