JD Vance Keseleo Lidah Sebut Kanada Negara Bagian AS, Ontario Ancam Putus Listrik


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertempuran dagang Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin bergeser dari perselisihan tarif menjadi pertarungan yang menyentuh kedaulatan, energi Sampai saat ini keamanan nasional. Wakil Kepala Negara AS J.D. Vance pada Senin (24/8/2026) tanpa sengaja menyebut Kanada sebagai “negara bagian”, hanya beberapa jam ketika Ontario mengancam menghentikan pasokan listrik dan mineral strategis ke Amerika Manakala tekanan Washington berlanjut.

Vance melontarkan pernyataan tersebut ketika berbicara kepada wartawan dalam kunjungannya ke Brewer, Maine. Ia ketika itu Dalam proses membela kebijakan tarif pemerintahan Kepala Negara Donald Trump dan mengkritik kebijakan perdagangan serta Lini pertahanan Kanada.

“Kanada dan China Merupakan dua negara terburuk dalam hal kebijakan perdagangan di mana pun di dunia. Sungguh memalukan,” kata Vance sebagaimana dilaporkan Global News, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Vance, sikap China masih dapat dipahami karena negara tersebut merupakan pesaing ekonomi terbesar Amerika. “Saya mengharapkan hal seperti itu dari China. Saya tidak mengharapkannya dari Kanada,” katanya.

Vance kemudian mengucapkan kalimat yang segera menarik perhatian. “Kita Sangat dianjurkan ingat, Kanada Merupakan sebuah negara bagian, maaf, salah ucap Freudian,” kata Vance.

Ia segera mengatakan penyebutan Kanada sebagai negara bagian Sungguh-sungguh tidak disengaja. Berbeda dengan, orang-orang yang hadir tertawa karena kalimat tersebut secara langsung mengingatkan kepada retorika Trump mengenai Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS. Associated Press dan Global News sama-sama melaporkan insiden tersebut pada Senin, 24 Agustus 2026.

Vance kemudian meneruskan kritiknya dengan menyebut Kanada kurang berinvestasi dalam Lini pertahanan. “Kanada Merupakan sebuah negara yang kurang berinvestasi pada militernya, yang secara harfiah dapat diserang negara asing Manakala bukan karena payung perlindungan yang diberikan Amerika Serikat,” kata Vance.

Pernyataan tersebut menambah dimensi baru perselisihan kedua negara. Sebab, perdebatan tidak lagi hanya mengenai neraca perdagangan, baja, aluminium atau otomotif, tetapi mulai menyentuh hubungan keamanan dua negara yang Pernah menjadi sekutu NATO selama puluhan tahun.

Klaim Vance mengenai belanja Lini pertahanan Kanada memiliki konteks historis. Kanada selama bertahun-tahun memang berada di bawah target NATO sebesar dua persen produk domestik bruto untuk Lini pertahanan.

Berbeda dengan, pemerintah Kanada menyatakan belanja pertahanannya pada tahun fiskal 2025-2026 Pernah mencapai 2,01 persen PDB atau sekitar 63,45 miliar USD Kanada. Ottawa Bahkan Pernah menyatakan komitmen Ke arah target baru NATO yang disepakati pada 2025, Dikenal sebagai 3,5 persen PDB untuk kemampuan Lini pertahanan inti dan tambahan 1,5 persen untuk Penanaman Modal keamanan lebih luas pada 2035.

Dengan demikian, kritik Vance mengenai rendahnya belanja Lini pertahanan mempunyai akar pada persoalan lama di NATO. Berbeda dengan, Kanada Saat ini Bahkan Dalam proses menaikkan pengeluaran militernya secara signifikan.

Isu Negara Bagian ke-51 Kembali Muncul

Kesalahan ucap Vance menjadi sensitif karena pemerintahan Trump berulang kali menggunakan gagasan Kanada menjadi bagian Amerika sebagai bagian dari retorika politiknya.

Trump Pernah beberapa kali mengatakan Kanada Berniat lebih baik Manakala menjadi negara bagian ke-51. Ia Bahkan pernah menggunakan sebutan “gubernur” untuk pemimpin Kanada.

Bagi Ottawa, retorika tersebut tidak lagi dipandang sekadar candaan ketika berjalan beriringan dengan tekanan tarif dan tuntutan perdagangan Washington.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan persyaratan yang muncul dalam tahap terakhir Perundingan Pernah menyentuh kemampuan Kanada menentukan kebijakan ekonomi dan hubungan dagangnya sendiri.

Setelah perundingan gagal pada Jumat (21/8/2026), Carney menuding Washington berusaha menggunakan keterikatan ekonomi kedua negara sebagai instrumen tekanan.

 


Loading…


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin