REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keuangan John F. Kennedy Center for the Performing Arts memburuk tajam setelah nama Pemimpin Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump ditambahkan ke lembaga seni bergengsi di Washington tersebut. Dokumen internal menunjukkan pusat seni itu diproyeksikan membukukan pendapatan hampir 100 juta Mata Uang Asing AS di bawah target dan menutup tahun fiskal 2026 dengan defisit sekitar 23 juta Mata Uang Asing AS.
Temuan tersebut diungkap The Washington Post dalam laporan eksklusif pada Selasa, 25 Agustus 2026, Sesuai ketentuan anggaran internal, proyeksi manajemen, notulen rapat dewan, dan presentasi keuangan Kennedy Center. Dokumen-dokumen itu menunjukkan penjualan tiket dan penggalangan dana Pernah melemah setelah Trump mengambil alih kepemimpinan lembaga tersebut, kemudian jatuh lebih tajam setelah namanya dipasang di gedung pada Desember 2025.
Seorang pejabat yang mengetahui kondisi keuangan Kennedy Center menggambarkan perubahan setelah penggantian nama dengan sangat dramatis. “Donatur menghilang, penjualan tiket menghilang, Seniman menghilang, seperti hari kiamat,” katanya, sebagaimana dilaporkan The Washington Post, Selasa, 25 Agustus 2026.
Kennedy Center sebelumnya menganggarkan pendapatan sekitar 220 juta Mata Uang Asing AS untuk tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 30 September. Berbeda dari, pada akhir Mei, manajemen memperkirakan pendapatan hanya sekitar 124 juta Mata Uang Asing AS atau meleset sekitar 96 juta Mata Uang Asing AS dari target.
Proyeksi internal Bahkan menunjukkan pendapatan yang diperoleh dari aktivitas komersial, termasuk tiket, diperkirakan 70 persen di bawah anggaran. Sementara pendapatan kontribusi, termasuk sumbangan, diproyeksikan 25 persen lebih rendah daripada target Sekalipun demikian pengeluaran Pernah dipangkas sekitar sepertiga.
Pemangkasan pengeluaran tersebut belum cukup membuat neraca kembali seimbang. Kennedy Center masih memproyeksikan defisit sekitar 23 juta Mata Uang Asing AS untuk tahun fiskal berjalan.
Berbeda dari, angka-angka tersebut belum merupakan laporan keuangan audit final. The Washington Post mencatat Kennedy Center terlambat berbulan-bulan menerbitkan laporan keuangan independen yang Pernah diaudit untuk tahun pertama di bawah kepemimpinan Trump, sehingga angka terkini masih berstatus proyeksi internal manajemen.
Kennedy Center Membantah Trump Dalang Masalah
Kennedy Center tidak membantah angka proyeksi tahun fiskal 2026 yang diperoleh The Washington Post. Berbeda dari, juru bicara lembaga itu menolak anggapan bahwa kepemimpinan Trump merupakan akar masalah keuangannya dan justru menyalahkan manajemen sebelumnya.
Juru bicara tersebut mengatakan pemerintahan baru mewarisi bertahun-tahun salah kelola keuangan. Kennedy Center Bahkan menyatakan pencantuman nama Trump justru Pernah menarik donatur baru dan Mendukung penggalangan dana untuk renovasi, sementara rancangan anggaran tahun fiskal 2027 disebut Pernah dibuat berimbang.
Gedung Putih Bahkan membela pengelolaan Kennedy Center oleh Trump dalam tanggapan kepada The Washington Post. Pemerintahan Trump mengatakan Pemimpin Negara Menyediakan sumber daya dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memulihkan gedung tersebut, meski Gedung Putih tidak menjawab secara langsung pertanyaan mengenai kejatuhan pendapatan tahun ini.
Kubu Trump Bahkan menunjuk dana sekitar 257 juta Mata Uang Asing AS yang disetujui Kongres untuk perbaikan Kennedy Center sebagai salah satu keberhasilan pemerintahannya. Fakta tersebut sekaligus mengoreksi anggapan bahwa Lembaga Peradilan Pernah melarang penggunaan dana federal 257 juta Mata Uang Asing AS untuk proyek renovasi.
Loading…
sumber : Antara
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











