Jakarta, CNN Indonesia —
Ressa Rizky mengungkapkan alasan yang memicunya gugat Denada sedikitnya Rp7 miliar ke Lembaga Peradilan Negeri Banyuwangi. Ia mengklaim Denada Merupakan ibu kandungnya dan Sudah menelantarkannya.
Ronald Armada selaku kuasa hukum Ressa Rizky mengungkapkan kliennya terpantik ketika Ratih yang selama ini merawatnya sejak bayi didatangi polisi dan disomasi adik Denada, Muhammad, karena urusan Kendaraan Pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ibu ini di rumah didatangi polisi berseragam dan dilaporkan, Bahkan disomasi sama adiknya Denada yang namanya Muhammad. Perkaranya soal Kendaraan Pribadi yang Ibu enggak tahu apa-apa,” kata Ronald Armada seperti diberitakan detikcom, Selasa (26/1).
“Siapa anak yang enggak sakit hati ketika ibunya digituin?” tuturnya.
Selama ini, Ressa mengaku tinggal bersama adik Emillia Contessa di Banyuwangi. Perempuan yang seharusnya berstatus nenek itu merawatnya sejak bayi, dan ia panggil ibu.
Dalam kesehariannya, Ressa mengaku tidak pernah mempertanyakan asal-usul dirinya. Ressa menekankan selama 24 tahun hidup tanpa mengetahui identitas ibu kandungnya yang Kenyataannya.
Ia tumbuh dengan keyakinan Denada hanya kakak sepupunya. Fakta bahwa Denada Merupakan ibu kandungnya baru ia ketahui setelah Emillia Contessa yang merupakan ibu kandung Denada itu meninggal dunia.
Pihak Ressa pun menyatakan Sebelumnya mencoba menyelesaikannya secara kekeluargaan dan mediasi. Sekalipun, pihak Denada disebut tidak menunjukkan iktikad baik. Sehingga, mereka mengajukan gugatan hukum.
“Kalau Ia nanti Ingin mengajak soal pengakuan secara de jure (hukum), ya kemajuan teknologi kan Sebelumnya ada, fasilitas tes DNA Sebelumnya ada,” tutur Ronald.
“Jangan sampai menarik ke sana, lebih baik pengakuan secara tegas saja sehingga saya tidak punya ruang untuk menambah mempermalukan Ia.”
Awalnya, gugatan itu senilai Rp7 miliar. Angka itu didapat dari perhitungan biaya pengasuhan sejak bayi Sampai saat ini Di waktu ini, termasuk kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Sedangkan Rp5 miliar lainnya Merupakan kerugian immaterial terkait tekanan psikologis akibat ketidakpastian status dan label anak di luar pernikahan yang diterimanya selama ini.
Sementara itu, Denada Sampai saat ini Di waktu ini belum buka suara secara langsung. Pernyataan disampaikan Risna Ories selaku perwakilan manajemennya. Denada disebut masih meminta waktu dan ruang untuk menyikapi situasi tersebut.
Ia pun memastikan setiap keluarga memerlukan privasinya masing-masing.
“Kami sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang Kenyataannya ini Merupakan ranah keluarga, karena bagaimanapun Bahkan semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita,” bunyi pernyataan tertulis manajemen Denada pada Senin (12/1).
“Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian Supaya bisa diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak,” ujarnya.
(chri)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
