Pasar Kendaraan Pribadi China Diproyeksi Stagnan 2026, Ini Penjelasannya


Jakarta, CNN Indonesia

Penjualan Kendaraan Pribadi di China diperkirakan mengalami stagnasi tahun ini berkaca dari kondisi pasar selama 2025.

Penjualan Kendaraan Pribadi di pasar otomotif terbesar dunia tersebut memang tumbuh atau naik 3,9 persen pada 2025, tapi itu melambat Bila dibandingkan pada 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,3 persen.

Pencapaian 2025 Bahkan memiliki catatan tersendiri lantaran laju pertumbuhannya dinilai paling lambat dalam tiga tahun terakhir, menurut data dari China Passenger Car Association (CPCA).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Kendaraan Pribadi listrik dan plug-in hybrid diproyeksi tetap populer, bahkan Sekarang Pernah terjadi Unggul dari kendaraan berbahan bakar bensin. Sekalipun, pertumbuhan penjualan kendaraan jenis ini melambat menjadi 17,6 persen pada 2025, sementara di 2024 pertumbuhannya mencapai 40,7 persen.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama 2025, permintaan domestik terasa makin melemah pada kuartal terakhir, akibat banyak kota dan provinsi mengurangi atau bahkan menangguhkan Bantuan Pemerintah untuk program tukar tambah Kendaraan Pribadi akibat kekurangan dana.

Hal ini memperparah persaingan dan mendorong produsen Kendaraan Pribadi untuk Mudah-Mudah ekspansi ke luar negeri guna menutup pasar domestik yang lesu.

Produsen Kendaraan Pribadi listrik China BYD mencatat pertumbuhan penjualan 2025 menjadi yang terlemah dalam lima tahun terakhir meski Perdagangan Keluar Negeri mencapai Catatan Unggul lebih dari 1 juta kendaraan.

Di satu sisi, pengapalan Kendaraan Pribadi China secara keseluruhan meningkat 19,4 persen menjadi 5,79 juta unit selama 2024, sementara Perdagangan Keluar Negeri EV murni melonjak 48,8 persen menjadi 1,52 juta unit, menurut data CPCA.

Sekretaris Jenderal CPCA Cui Dongshu mengatakan sektor ini diperkirakan berada di bawah tekanan, sementara pertumbuhan Perdagangan Keluar Negeri EV kemungkinan menurun. Sebabnya, prospek Mobil Listrik lebih lemah dan harga minyak yang menurun.

Sekalipun, Perdagangan Keluar Negeri Kendaraan Pribadi plug-in hybrid diperkirakan tetap kuat tahun ini, demikian melansir Reuters, Senin (12/1).

Perkiraan CPCA mengenai stagnasi penjualan Kendaraan Pribadi domestik tahun ini dapat menempatkan pasar otomotif China Ke arah tahun terburuk sejak 2020, atau saat negara dilanda pandemi.

Menurut S&P Global Ratings, perpanjangan Bantuan Pemerintah Kendaraan Pribadi sebagai bagian dari program tukar tambah tidak Nanti akan mampu mencegah Penurunan Permintaan. Lembaga pemeringkat tersebut Bahkan menyebut skema Bantuan Pemerintah tukar tambah yang direvisi menambah tekanan pada perusahaan seperti BYD dan Geely.

Bantuan Pemerintah otomotif di China sebelumnya diberikan 20.000 yuan (sekitar Rp48 juta) per unit untuk tukar tambah Kendaraan Pribadi lama dengan EV. Sekalipun dalam skema yang diperpanjang, Bantuan Pemerintah memiliki Syarat baru yang berpotensi mengurangi insentif bagi kendaraan berharga lebih rendah, padahal itu menjadi mayoritas penjualan Kendaraan Pribadi baru di China.

Survei Asosiasi Dealer Kendaraan Pribadi China menunjukkan, sebanyak 41 persen dealer memperkirakan target penjualan dari produsen Nanti akan lebih rendah pada 2026, dan 18,1 persen responden memperkirakan penurunan pasar lebih dari 10 persen untuk tahun ini.

Meski demikian, beberapa produsen Kendaraan Pribadi tetap optimistis. Misalnya Xiaomi, yang Pernah terjadi menjual lebih dari 410 ribu EV pada 2025, tahun ini menargetkan penjualan 550 ribu unit.

Lalu Leapmotor memperkirakan pertumbuhan penjualan sebesar 68 persen setelah pasar mereka meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2025 dibandingkan 2024.

(ryh/mik)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version