Jakarta, CNN Indonesia —
Militer Israel (IDF) mengonfirmasi adanya gelombang baru peluncuran rudal yang mengarah ke wilayah Israel pada Minggu (1/3) dini hari waktu setempat. Serangan ini menandai peningkatan intensitas serangan balasan Iran yang kian masif.
Seperti dilansir Reuters, media lokal melaporkan satu orang dinyatakan tewas akibat luka parah yang diderita dalam serangan rudal Iran di Tel Aviv.
Sementara Al Jazeera menyebut layanan ambulans Israel melaporkan setidaknya 21 warga Israel terluka akibat rangkaian ledakan tersebut. Dari total korban, 16 orang mengalami luka ringan, sementara dua orang dilaporkan dalam kondisi serius Sampai saat ini kritis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam satu jam terakhir, terpantau lebih dari tiga gelombang serangan rudal Iran ke wilayah Israel. Rudal-rudal pencegat Israel terus diluncurkan ke langit untuk menghalau proyektil Iran.
Sirene peringatan dini terus meraung di berbagai wilayah Negeri Zionis, memaksa warga untuk tetap berada di ruang perlindungan bawah tanah (shelter).
Di sisi lain, di pihak Iran Bahkan sebelumnya Sudah banyak jatuh korban jiwa akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Bahkan, lebih dari 50 orang siswi sekolah dasar di Iran tewas akibat serangan itu.
Di tengah dentuman rudal, kondisi kontras terjadi di wilayah pendudukan. Berbeda dengan warga Israel yang memiliki sistem baterai Lini belakang udara, sirene, dan bungker, warga Palestina tidak memiliki perlindungan serupa.
Warga Palestina di wilayah pendudukan hanya bisa menyaksikan pertempuran di langit tanpa ada tempat untuk berlindung. Seorang warga Palestina dilaporkan tewas dalam operasi penggerebekan militer Israel di dekat Hebron hari ini.
Lalu, ada serangan dari pemukim ekstremis Israel terhadap warga Palestina dilaporkan tetap berlanjut di tengah ketegangan Konflik Bersenjata.
(wiw)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
