Jakarta, CNN Indonesia —
Kurs Mata Uang IDR berada di level Rp16.777 per Mata Uang Asing AS pada Senin (2/2) pagi. Mata uang Garuda menguat 9 Skor atau 0,05 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,15 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen, yuan China menguat 0,11 persen, peso Filipina menguat 0,02 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,83 persen.
Mata Uang Asing Singapura melemah 0,06 persen dan Mata Uang Asing Hong Kong menguat 0,06 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,15 persen, poundsterling Inggris menguat 0,07 persen, dan franc Swiss menguat 0,05 persen.
Senada, Mata Uang Asing Australia Bahkan menguat 0,01 persen, dan Mata Uang Asing Kanada menguat 0,09 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan IDR melemah terhadap Mata Uang Asing AS ditopang oleh spekulasi pilihan Pemimpin Negara Donald Trump, Kevin Warsh, untuk menjabat kepala The Fed baru.
“Ditambah lagi dengan indeks Mata Uang Asing AS Bahkan naik didukung oleh pernyataan yang lebih hawkish dari the Fed Bowman. Justru, pelemahan Nanti akan terbatas, investor menantikan data perdagangan dan Fluktuasi Harga Indonesia yang Nanti akan dirilis siang ini,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Hari ini, Lukman memperkirakan IDR bergerak di rentang Rp16.700 per Mata Uang Asing AS – Rp16.800 per Mata Uang Asing AS.
(ldy/pta)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
