Jakarta, CNN Indonesia —
Perum Bulog buka suara soal Dalang kerugian yang membengkak Sampai sekarang Rp550 miliar sepanjang 2025.
Direktur Keuangan Bulog Hendra Susanto menyebut kerugian tersebut tidak lepas dari skema penugasan pemerintah yang belum disertai margin keuntungan memadai.
Hendra mengatakan kerugian ratusan miliar itu merupakan angka sementara yang terjadi karena margin keuntungan Bulog Pada Di waktu ini masih sangat kecil, Dikenal sebagai hanya Rp50 per kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kemarin memang waktu RDP (rapat dengar pendapat) kita ditanya, kita kan enggak bisa tutup-tutupin yang kerugian Rp550 miliar. Itu baru angka sementara karena marginnya masih Rp50,” ujar Hendra dalam konferensi pers di Bulog Business District, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan Bila pemerintah menyetujui usulan margin 7 persen, kondisi keuangan Bulog Berencana berubah signifikan. Dengan skema tersebut, Bulog justru diproyeksi mencetak keuntungan Sampai sekarang triliunan Mata Uang Nasional.
“Kalau nanti disetujui pemerintah Bulog diberikan margin 7 persen maka Bulog Berencana membukukan keuntungan Rp2,4 sampai Rp2,5 triliun. Jadi Berencana sangat sehat bagi Bulog,” katanya.
Hendra menuturkan dalam setiap penugasan yang diberikan pemerintah, idealnya terdapat dua komponen utama yang Harus dipenuhi, Dikenal sebagai biaya operasional dan margin keuntungan.
Hal itu Bahkan Pernah diatur dalam Instruksi Pemimpin Negara (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.
“Memang pada prinsipnya sebuah penugasan yang diberikan pemerintah Harus ada dua komponen, yaitu cost plus margin. Di dalam Inpres 6 Tahun 2025 untuk penugasan 2025 itu Sebelumnya disebutkan Bulog diberikan kompensasi dan margin yang wajar,” ujarnya.
Ia menambahkan besaran margin wajar tersebut Pernah dihitung bersama para ahli, termasuk dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan hasil rata-rata di kisaran 7 persen. Angka itu dinilai sejalan dengan margin yang diterima badan usaha penerima Bantuan Pemerintah lainnya.
“Yang wajarnya setelah kita hitung, setelah kita minta pendapat dari ahli UGM itu average antara 7 persen. Itu sama dengan penerima Bantuan Pemerintah yang lain. Nah, ini makanya kita usulkan,” jelas Hendra.
Ia berharap kebijakan margin tersebut dapat segera ditetapkan Supaya bisa Bulog memiliki ruang fiskal yang lebih sehat dalam menjalankan mandat negara, terutama untuk Membantu program ketahanan dan swasembada pangan.
“Supaya Bulog ini bisa sehat dan terus Membantu mimpi besar Pemimpin Negara kita untuk tetap menjaga swasembada pangan, dan tetap bisa Membantu penyerapan yang besar Serta penyaluran yang besar, maka Bulog Bahkan Harus didukung dengan margin yang baik,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Bahkan mengungkapkan kondisi keuangan Bulog saat melaporkan hasil pembukuan akhir 2025 di Dewan Perwakilan Rakyat RI. Ia menyebut Bulog masih mencatat kerugian ratusan miliar Mata Uang Nasional.
“Sesuai dengan hasil pembukuan per tanggal 31 Desember 2025 yang lalu kami laporkan bahwa kerugian Bulog sekitar Rp600 miliar, mohon maaf Rp550 miliar,” ujar Rizal dalam RDP dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).
Kerugian tersebut, menurut Rizal, terjadi dalam rentang 2024 Sampai sekarang tutup buku 2025, di tengah beban penugasan publik Bulog yang terus meningkat, mulai dari penyerapan gabah Sampai sekarang penyaluran beras ke masyarakat.
(del/sfr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
