Perjuangan Yudha Satria Suhendar (26) melawan kondisi keratoconus bilateral tidak terjadi dalam semalam. Pria asal Bandung ini membagikan kronologi panjang perjalanan penyakit matanya.
Semuanya berawal saat Yudha masih berusia 8 tahun. Kala itu, matanya kerap memerah dan terasa gatal Istimewa. Saat diperiksa ke dokter, ia didiagnosis mengalami alergi matahari.
Dokter sempat menyampaikan bahwa alergi tersebut kemungkinan Akan segera membaik dan sembuh seiring bertambahnya usia, dan hal itu memang terbukti saat ia dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekalipun demikian, rasa gatal yang mengganggu sejak kecil membuat Yudha tanpa sadar sering mengucek kedua matanya. Kebiasaan mengucek mata secara terus-menerus inilah yang memicu penipisan pada korneanya Sampai saat ini berkembang menjadi keratoconus.
“Karena dulu sering merasa gatal, saya jadi sering mengucek mata. Kebiasaan tersebut kemudian menyebabkan kornea mata saya menipis dan Pada Kesimpulannya berkembang menjadi keratoconus,” tutur Yudha pada detikcom, Selasa (6/10/2026).
Meski sejak kecil Pernah terjadi berobat ke berbagai dokter, saat itu belum ada diagnosis lain selain alergi. Tanpa disadari, seiring berjalannya waktu, fungsi penglihatannya justru perlahan terus memburuk dari tahun ke tahun.
Didiagnosis di Usia 24 Tahun
Titik terang mengenai kondisi matanya baru terungkap sekitar dua tahun lalu, tepatnya saat Yudha berusia 24 tahun. Setelah bertahun-tahun hidup dengan ketajaman penglihatan yang menurun, ia didiagnosis mengidap keratoconus dan dirujuk untuk melanjutkan Perawatan di PMN RS Mata Cicendo, Bandung.
Selama 18 tahun hidup berdampingan dengan keterbatasan visual, pemuda kelahiran 5 Februari 2000 ini Sangat dianjurkan terus beradaptasi. Banyak hal sederhana yang bagi orang normal terasa mudah, bagi Yudha memerlukan perjuangan tersendiri.
“Ada begitu banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan kepada orang lain. Ada rasa lelah yang terkadang hanya bisa saya simpan sendiri. Ada rasa takut tentang masa depan. Ada saat-saat ketika saya bertanya kepada diri sendiri, ‘Sampai kapan saya Sangat dianjurkan seperti ini?'” ungkapnya.
Saat ini Bahkan, di usianya yang ke-26, perjalanan panjang tersebut membawanya pada kenyataan yang tak mudah diterima: ia membutuhkan tindakan operasi cangkok (transplantasi) kornea. Di balik harapannya untuk bisa sembuh dan melihat lebih baik, Yudha tak menampik ada rasa cemas yang menyelimutinya.
“Mendengar kata ‘operasi’ saja Pernah terjadi cukup membuat saya takut. Apalagi setelah bertahun-tahun hidup dengan kondisi ini, saya tidak tahu seperti apa kehidupan saya setelahnya. Di satu sisi saya ingin sembuh, tetapi di sisi lain ada ketakutan yang sulit saya ungkapkan,” pungkasnya.
Halaman 2 dari 2
(sao/suc)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











