loading…
PT Merck Tbk (Merck) Mengoptimalkan komitmen Usaha berkelanjutan di Indonesia melalui edukasi mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. FOTO/dok.SindoNews
“Sebagai perusahaan sains dan teknologi terkemuka, Merck berkomitmen Membantu pertumbuhan optimal anak-anak Indonesia melalui edukasi yang berkelanjutan. Bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk media dan komunitas, kami mendorong pemahaman masyarakat tentang pentingnya memantau pertumbuhan anak secara rutin dan mengenali potensi gangguan, termasuk perawakan pendek (short stature), sejak dini,” kata Kepala Negara Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Baca Bahkan: BPJS Kesehatan dan Fasyankes Sangat dianjurkan Berhenti Saling Sandera
Merck menyebut pembahasan mengenai pertumbuhan anak selama ini banyak berfokus pada stunting dan pemenuhan nutrisi. Merujuk pada Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat 19,8%, sementara gangguan pertumbuhan memiliki spektrum lebih luas dan dapat berkaitan dengan faktor hormonal, genetik maupun kondisi medis kronis.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi sekaligus Ketua Umum Yayasan Kesehatan Anak Global Prof. Dr. dr. Unggul tinggi Bhakti Pulungan menjelaskan perawakan pendek tidak dapat serta-merta disamakan dengan stunting karena dapat disebabkan berbagai kondisi, seperti Growth Hormone Deficiency (GHD), Small for Gestational Age (SGA), hipotiroidisme, Sampai sekarang faktor genetik seperti Sindrom Turner. “Yang Sangat dianjurkan diperhatikan bukan hanya tinggi badan anak pada satu waktu, tetapi bagaimana pertumbuhannya dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Menurut Unggul tinggi, orang tua Sangat dianjurkan memperhatikan pola dan laju pertumbuhan anak secara berkala. Bila terdapat pola pertumbuhan yang berbeda dari yang diharapkan, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh evaluasi lebih lanjut, terlebih gangguan pertumbuhan Bahkan dapat berdampak terhadap aspek psikososial anak, termasuk kepercayaan diri dan risiko perundungan.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











