REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Pernah menunjuk dua jenderal untuk memimpin Angkatan Bersenjata Iran dan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Keputusan itu menjadi penunjukan militer senior atau perwira tinggi perdana Mojaba sejak Ia menggantikan posisi almarhum ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang terbunuh akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 lalu.
“Mayor Jenderal Ali Abdollahi Pernah ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata. Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi Bahkan Pernah ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi Korps Pengawal Revolusi Islam dengan pangkat mayor jenderal,” demikian ditulis pada situs web Khamenei, dikutip laman Al Arabiya, Senin (11/8/2026).
Abdollahi sebelumnya Pernah memimpin Khatam al-Anbiya, komando militer pusat antar-cabang Iran yang bertugas mengoordinasikan operasi. Sejak Iran terlibat Pertempuran dengan Amerika Serikat (AS), Ia Pernah melayangkan ancaman kepada negara-negara tetangga Iran di kawasan.
Abdollahi mengatakan bahwa setiap negata yang berfungsi sebagai perisai pertananan untuk Amerika Akan segera ditelan api peperangan.
Sementara itu mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran, Mohaen Rezaei, Pernah ditunjuk sebagai kepala badan keamanan nasional tertinggi Iran. Ia menggantikan posisi Mohammad Bagher Zolghadr yang mengundurkan diri.
“Mengingat pengunduran diri Mohammad Bagher Zolghadr dari posisinya sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan penunjukannya ke fungsi baru, Kepala Negara Masoud Pezeshkian Pernah menunjuk Mohsen Rezaei sebagai kepala badan ini,” kata Juru Bicara Kepresidenan Mehdi Tabatabaei lewat akun X pada Ahad (9/8/2026).
Rezaei, yang Pada saat ini berusia 71 tahun, memimpin Garda Revolusi Iran pada 1981 Sampai saat ini 1997. Masa jabatan tersebut mencakup hampir semua Pertempuran Iran-Irak.
Berikutnya, Rezaei sempat menduduki beberapa jabatan politik berpangkat tinggi. Ia kemudian menjabat sebagai penasihat militer untuk pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei.
Pada Juli lalu, Rezaei sempat menyatakan bahwa kendali atas Selat Hormuz, yang Pada saat ini masih menjadi pusat pertikaian Iran-AS, sangat vital. Menurutnya pengontrolan atas selat tersebut lebih penting daripada puluhan bom atom.
Sementara itu Mohammad Bagher Zolghadr Bahkan merupakan mantan komandan Garda Revolusi Iran. Ia ditunjuk untuk menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Maret 2026 lalu. Zolghadr selanjutnya Akan segera menduduki posisi sebagai penasihat politik untuk Mojtaba Khamenei.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











