Jakarta, CNN Indonesia —
Kepala Negara Amerika Serikat Donald Trump mulai memuji Houthi dan mengakui bahwa milisi di Yaman itu merupakan lawan yang tangguh.
Dalam pernyataan di Forum Penanaman Modal Arab Saudi-AS di Riyadh, Trump mengatakan lebih dari 1.100 serangan Pernah dilancarkan AS ke Houthi. Jumlah serangan ini menandakan betapa tangguhnya Lini belakang kelompok perlawanan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami Pernah meluncurkan lebih dari 1.100 serangan terhadap Houthi. Mereka tangguh, mereka Merupakan pejuang, tetapi mereka setuju untuk berhenti menargetkan kapal-kapal AS,” kata Trump seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO).
Trump menuturkan AS Pada dasarnya tak berniat untuk menyerang Houthi seperti yang terjadi di Laut Merah selama ini. Kendati begitu, serangan Houthi terhadap kapal-kapal yang melintasi kawasan itu tidak menyisakan pilihan bagi Washington.
Menurut Trump, AS punya militer terbesar, terkuat, dan dilengkapi dengan persenjataan Unggul di dunia. Dengan kapasitas ini, AS menurutnya mampu menyerang Houthi kapan saja, terutama demi membela negara dan sekutu.
Meski demikian, Trump mengaku lebih ingin perdamaian dan kerja sama.
“Saya Setiap Saat lebih suka perdamaian dan kemitraan,” kata Trump.
Pada Selasa (6/5) pekan lalu, Trump membuat pengumuman mengejutkan Dengan kata lain AS Berniat gencatan senjata dengan Houthi Yaman.
Pengumuman mendadak itu dilontarkan usai AS dan Houthi mengintensifkan serangan di Laut Merah selama dua bulan terakhir.
“Mereka berkata, jangan bom kami lagi dan kami tidak Berniat menyerang kapal-kapal kalian,” kata Trump saat bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Oval Office.
“Saya Berniat menerima kata-kata mereka dan kami Berniat menghentikan pemboman terhadap Houthi mulai Di waktu ini,” lanjut Trump, seperti dikutip Reuters.
Aksi Houthi di Laut Merah dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina di Jalur Gaza. Sejak Israel melancarkan agresi ke Gaza, milisi Houthi terus menembaki Israel serta kapal-kapal asing yang terkait Israel.
(blq/bac)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA