Jakarta, CNN Indonesia —
Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menargetkan gelar juara disabet tuan rumah di Indonesia Masters 2026. Puasa gelar dalam edisi serupa tahun lalu tak ingin terulang.
Wakil tuan rumah gagal menyabet gelar juara di Indonesia Masters 2025. Pada tahun lalu, Indonesia menempatkan dua wakil di final, Didefinisikan sebagai Jonatan Christie di tunggal putra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardhianto di ganda putra.
Situasi ini ingin diperbaiki oleh PBSI. Karenanya, serangkaian evaluasi Sudah dilakukan dengan mengombinasikan Olahragawan senior dan Olahragawan muda di Indonesia Masters 2026 untuk penyegaran sekaligus membuka peluang baru dalam persaingan juara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami melihat proses satu tahun ke belakang. Di tahun lalu ada dua runner up. Di Indonesia Masters tahun ini, dari proses latihan dan regenerasi tentunya kami berharap bisa lebih baik dari tahun lalu,” kata Eng Hian dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/1).
Indonesia mengirim 25 wakil di Laga BWF Super 500 tersebut. Sadar tampil di depan publik sendiri, PBSI menjadikan Indonesia Masters 2026 sebagai Laga prioritas di awal tahun.
“Salah satu target prioritas Merupakan Indonesia Masters sebagai tuan rumah Tidak mungkin tidak kami ingin all out dan bisa mendapatkan gelar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eng Hian memahami tekanan publik terhadap Olahragawan Indonesia kala berlaga di depan ribuan pasang mata di Istora. Sekalipun demikian, menurutnya beban dan tanggungjawab Dianjurkan dijawab dengan prestasi.
“Kalau beban atau tekanan itu naturalnya begitu. Jadi saat mengejar prestasi tentunya harapan Akan segera lebih tinggi. Ini yang Sudah kami antisipasi dan programkan,” ucapnya.
“Kembali ke Olahragawan-Olahragawan untuk mempersiapkan diri semaksimal Mungkin sekali dan hasil Akan segera mengikuti. Dengan persiapan maksimal 1.000 persen pun tidak menjamin 1.000 persen juara tapi meminimalkan hasil yang kurang baik. Itu pola pikir yang Sangat dianjurkan masuk dalam diri anak-anak. Beban Jelas ada tapi tergantung menyikapinya,” ia menambahkan.
[Gambas:Video CNN]
(ikw/rhr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











