Jakarta, CNN Indonesia —
Kementerian Keuangan (Kementerian Keuangan) mengalokasikan anggaran Rp3,4 triliun untuk program Diagnosis Gratis (PKG) pada 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan anggaran tersebut disalurkan melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp2,2 triliun dan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik alias melalui APBD sebesar Rp1,2 triliun.
“Ada berbagai macam layanan PKG Dengan kata lain layanan PKG di hari ulang tahun, layanan PKG di sekolah, dan layanan PKG rutin untuk ibu hamil, bayi, anak Sampai saat ini usia 6 tahun,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Kamis (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suahasil mengatakan Sampai saat ini 6 Maret, Diagnosis Gratis Pernah terjadi dilakukan terhadap 415.211 orang. Rinciannya 15.5999 bayi baru lahir, 25.715 balita, 74.415 dewasa usia 18-29 tahun, 112.442 dewasa usia 30-39 tahun, 142.897 dewasa usia 40-59 tahun, dan 44.364 lansia usia di atas 60 tahun.
“(Penerima layanan tersebar) di 8.885 Puskemas, 498 kabupaten/kota dan seluruh provinsi,” katanya.
Program cek kesehatan gratis saat ulang tahun dari pemerintah mulai diterapkan mulai 10 Februari kemarin di Puskesmas dan klinik kesehatan.
Dalam program ini, masyarakat Berniat mendapat berbagai jenis pemeriksaan sesuai kelompok usia.
Untuk bisa mendapat kesempatan cek kesehatan gratis ini mudah saja. Masyarakat cukup mendaftar lewat aplikasi Satu Sehat Mobile.
Nantinya pemilik akun Berniat mendapat notifikasi tiket Diagnosis yang dikirim H-30, H-7, H-1, dan pada hari-H ulang tahun.
Kemudian pada H-7 sebelum ulang tahun, Anda Berniat lebih dulu menerima kuesioner skrining kesehatan yang Wajib diisi secara mandiri.
Tiket Diagnosis gratis tersebut bisa digunakan di faskes tingkat pertama, maksimum 30 hari setelah hari ulang tahun (H+30).
(fby/agt)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA