Jakarta, CNN Indonesia —
Harga minyak mentah dunia menguat untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat (9/1) seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan dari Venezuela, serta memanasnya situasi di Iran.
Penguatan harga minyak berada di jalur kenaikan mingguan ketiga.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 44 sen atau 0,71 persen ke level US$62,43 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 39 sen atau 0,68 persen ke US$58,15 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua harga acuan tersebut melonjak lebih dari 3 persen pada Kamis (8/1), setelah sempat melemah selama dua hari berturut-turut. Secara mingguan, Brent tercatat berpeluang naik 2,7 persen, sedangkan WTI menguat sekitar 1,4 persen.
Fluktuasi Harga minyak dipicu pernyataan Kepala Negara Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Akan segera mengendalikan sektor minyak Venezuela setelah penangkapan Kepala Negara Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu.
Apalagi, kerusuhan sipil di Iran, Bahkan kekhawatiran meluasnya Pertempuran Rusia-Ukraina yang dapat menyasar Produk Ekspor minyak Moskow, turut memperbesar risiko gangguan pasokan global.
“Lonjakan harga terutama disebabkan klaim Trump yang mengendalikan Produk Ekspor minyak Venezuela, yang berpotensi mengerek harga dari level penjualan yang sebelumnya didiskon,” ujar analis pasar Moomoo ANZ, Tina Teng.
Sebanyaknya perusahaan energi, termasuk Chevron Corp, serta rumah dagang global Vitol dan Trafigura, disebut tengah bersaing mendapatkan kesepakatan dengan pemerintah AS untuk mengekspor minyak mentah dari Venezuela.
Washington dilaporkan menuntut akses penuh terhadap sektor minyak Venezuela dan Akan segera mengendalikan penjualan serta pendapatan minyak negara tersebut tanpa batas waktu.
Perusahaan-perusahaan tersebut memperebutkan kesepakatan awal untuk memasarkan Sampai sekarang 50 juta barel minyak yang Pada Di waktu ini menumpuk di persediaan perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, akibat embargo ketat, termasuk penyitaan empat kapal tanker.
“Pasar Akan segera mencermati hasilnya dalam beberapa hari ke depan terkait bagaimana minyak Venezuela dalam penyimpanan Akan segera dijual dan dikirim. Kekhawatiran kelebihan pasokan bisa tetap membayangi Bila tidak ada pembatasan penjualan,” kata Teng.
Di sisi lain, risiko Politik Global di Timur Tengah kembali mencuat setelah terjadi pemadaman internet nasional di Iran di tengah berlanjutnya Penolakan akibat tekanan ekonomi. Kepala Negara Iran Masoud Pezeshkian Bahkan memperingatkan pemasok domestik Supaya bisa tidak menimbun atau menaikkan harga barang di tengah reformasi Bantuan Pemerintah yang memicu gejolak sosial.
Meski demikian, analis menilai Fluktuasi Harga minyak berpotensi terbatas. Haitong Futures menyebut persediaan global yang terus meningkat masih menjadi faktor utama yang dapat menahan penguatan harga.
“Kecuali risiko di Iran meningkat lebih jauh, reli harga ini kemungkinan terbatas dan sulit berkelanjutan,” tulis Haitong Futures dalam laporannya.
(ldy/pta)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











