loading…
Honda menguasai sekitar 77 persen pasar sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua Indonesia, sementara penetrasi Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik nasional masih terbatas. Foto: AHM
Dua angka itu beda sumber dan beda jangka waktu. Pakailah sebagai ukuran kasar. Kasar pun Pernah cukup bicara.
Sekarang Bahkan lihat Vietnam. Pasar motornya lebih kecil: lebih dari 3 juta unit dalam sembilan bulan. Tetapi Kendaraan Bermotor Roda Dua listriknya terjual 973.247 unit, naik 90,5 persen. Itu kira-kira sepertiga dari semua Kendaraan Bermotor Roda Dua baru di sana.
Indonesia?
Kurang dari setengah persen. Hitungan kasar saya: dari sekitar 230 Kendaraan Bermotor Roda Dua baru, hanya satu yang bertenaga listrik. Di Vietnam, dari tiga Kendaraan Bermotor Roda Dua baru, satu.
Siapa pendorongnya di sana? Bukan Honda, yang masih nomor satu dengan penjualan naik 8,4 persen. VinFast-lah yang melesat 152,1 persen dan Sekarang di posisi kedua.
Yamaha ketiga, disusul Yadea yang Bahkan pemain listrik. Dari empat besar, dua Pernah listrik.
Di sini bukan soal sepi pemain. Direktur Marketing AHM Octavianus Dwi Putro menyebut pemainnya Pernah di atas 30 merek, termasuk yang kecil-kecil. Merek China membanjir, Polytron ikut turun gelanggang.
Tetapi banyaknya merek bukan banyaknya pembeli. Vietnam membuktikan penantang bisa menggeser juara, karena penantang di sana cukup besar untuk jadi nomor dua. Di sini, puluhan merek kecil belum ada yang mampu menggeser kebiasaan jutaan pembeli.
Maka mata tertuju pada satu nama: Honda.
Memang, Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik memang tersandung banyak hal. Pada 2024, saat Bantuan Pemerintah masih ada, terjual 77.078 unit. Setahun kemudian turun 28,6 persen menjadi 55.059.
Rencana insentif sekitar Rp3 juta untuk 2026 belum terealisasi, dan kandidat pembeli menunda. Nilainya sekitar 11 persen dari harga Honda ICON e: yang Rp28 juta. Insentif itu seperti voucher di aplikasi: tertulis besar, tetapi belum bisa dipakai.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











