Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Syah terakhir monarki Iran, Reza Pahlavi, menyerukan rakyat di Iran untuk melanjutkan aksi Unjuk Rasa besar-besaran demi merebut pusat-pusat kota di negara tersebut.
Sementara itu Amerika Serikat dan sekutunya mengumumkan serangan berskala besar terhadap ISIS di Suriah pada Minggu (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Senin (12/1).
Putra Mahkota mendiang shah (raja) terakhir Iran, Reza Pahlavi, menyerukan warga Iran melanjutkan unjuk rasa besar-besaran dan merebut pusat kota-kota di negara itu pada Sabtu (10/1).
Melalui video yang diambil dari tempat pelariannya di Amerika Serikat, Pahlavi menegaskan Unjuk Rasa yang Pernah berlangsung selama beberapa waktu terakhir Sampai sekarang meluas ke hampir 100 kota di Iran ini bukan lagi sekadar turun ke jalan atau Penolakan biasa, melainkan Pernah terjadi Harus mempersiapkan diri untuk merebut dan menguasai kota-kota.
Pahlavi Bahkan mengatakan dirinya tengah mempersiapkan diri untuk kembali ke Iran, serta berjanji Akan segera berdiri bersama rakyat Iran atas apa yang ia gambarkan sebagai “kemenangan sebuah revolusi nasional”.
Sebanyak 20 perwira Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) diyakini terlibat dalam aktivitas tidak bermoral yang disebut “Kebiasaan yeye”.
Kepala RMAF, Muhammad Norazlan Aris, mengatakan 20 perwira tersebut Akan segera diadili dan dihukum sesuai dengan Syarat hukum yang berlaku di Angkatan Bersenjata Malaysia.
Pernyataan ini muncul setelah beredar video di media sosial yang diduga menunjukkan aktivitas hiburan dan minibar di kamp-kamp militer Malaysia.
Beberapa video yang diduga direkam di Pangkalan Udara Subang memperlihatkan Sebanyaknya orang duduk di sebuah bar, dan seorang pria yang terlibat perilaku tidak pantas dengan seorang perempuan.
Pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengumumkan melakukan serangan “skala besar” terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah, sebagai respons atas kematian tiga warga AS pada Desember 2025.
Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengawasi pasukan militer AS di wilayah Suriah mengatakan pada Minggu (11/1), bahwa beberapa serangan “menargetkan ISIS di seluruh Suriah”.
Serangan ini menjadi bagian dari Operasi Hawkeye Striket yang diluncurkan “sebagai respons langsung terhadap serangan ISIS yang mematikan terhadap pasukan AS dan Suriah di Palmyra”, seperti disebut CENTCOM.
(tim/dna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











