Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Kerinduan terhadap masa sebelum smartphone mendominasi kehidupan sehari-hari semakin sering terdengar.
Banyak orang membayangkan kembali ke era sebelum iPhone pertama dirilis, ketika panggilan telepon belum memicu kecemasan dan kebiasaan doomscrolling belum dikenal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istilah “doomscrolling” muncul dalam sebuah posting media sosial anonim pada tahun 2020 dan menjadi populer selama pandemi, ketika orang-orang membutuhkan akses ke berita dan pembaruan secara besar-besaran.
Istilah ini menggambarkan tindakan menghabiskan waktu berlebihan untuk membaca Sebanyaknya besar berita atau konten lain secara online, terutama berita negatif di media sosial.
“Doomscrolling dapat berkontribusi pada siklus perilaku mengonsumsi dan mengonfirmasi berita negatif dan informasi lain, yang Kemungkinan sulit untuk dihentikan,” tulis Medical News Today.
Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang, menyebabkan perasaan marah, sedih, cemas, putus asa, tidak nyaman, dan ketidakpastian.
Di tengah kelelahan digital yang kian meluas, tren “kembali ke analog” pun mulai muncul, dari memutar piringan hitam Sampai sekarang beralih ke kamera Sinema.
Meski saran untuk mengurangi waktu layar Pernah banyak beredar, para ahli menilai pendekatan yang terlalu sederhana, seperti hanya mematikan notifikasi atau mengatur batas waktu aplikasi sering kali tidak cukup efektif.
Melansir The Guardian Sebanyaknya peneliti kecanduan digital, psikolog, dan penulis buku best-seller tentang hubungan manusia dengan teknologi membagikan strategi yang lebih realistis untuk Membantu mengurangi screen time dan menurunkan tingkat stres.
Berikut 15 Tips yang dinilai Sungguh-sungguh Membantu mengurangi waktu layar ponsel:
1. Kenali pola penggunaan Hp
Langkah pertama Merupakan menyadari kapan dan mengapa Anda mengambil ponsel. Apakah karena bosan, cemas, atau stres? Menurut pendidik dan penulis Power On, Ash Brandin, memahami kebutuhan emosional di balik kebiasaan ini Merupakan kunci perubahan.
2. Pasang karet gelang di Hp
Jurnalis kesehatan Catherine Price menyarankan pengingat fisik seperti karet gelang atau ikat rambut. Benda sederhana ini dapat memutus gerakan otomatis saat tangan meraih ponsel.
“Satu hal yang sering saya sarankan Merupakan melilitkan karet gelang atau ikat rambut di sekitar ponsel Anda selama beberapa hari,” ungkapnya.
3. Hindari batas waktu aplikasi yang fleksibel
Studi oleh profesor Duke University, Jordan Etkin, menunjukkan bahwa Tips orang menetapkan tujuan, khususnya dengan menetapkan batas waktu penggunaan aplikasi, sering kali tidak efektif. Ia menyarankan penerapan “batas ketat” yang tidak dapat diubah sebagai alternatif yang lebih ampuh.
4. Gunakan aplikasi pemblokir dengan bijak
Aplikasi seperti Opal dan Freedom memungkinkan pemblokiran total aplikasi atau situs tertentu dalam waktu tertentu, sehingga Membantu pengguna tetap fokus.
“Ini mengubah ponsel Anda menjadi alat yang Membantu Anda melakukan hal-hal yang ingin Anda lakukan, tanpa menguras waktu dan energi Anda,” ujar Price penggemar Brick (sebuah alat fisik yang mengunci akses ke aplikasi)
5. Simpan ponsel di luar jangkauan saat bekerja
Peneliti Universitas Georgetown, Dr. Kostadin Kushlev, menyarankan menyimpan ponsel di tas atau jaket Supaya bisa tidak terus-menerus terlihat.
“Bila Anda Baru saja bekerja dan ingin fokus, simpan ponsel Anda di tas atau jaket,” ujarnya.
6. Gunakan jam weker fisik
Pada malam hari Price menyarankan untuk meletakkan ponsel di luar kamar tidur, dan menggantinya dengan jam alarm konvensional Membantu memulai hari tanpa Bencana Banjir notifikasi.
7. Cari kesenangan dari aktivitas tanpa layar
Mengisi waktu dengan hobi offline seperti bermain musik, membaca, atau merajut dinilai lebih efektif daripada sekadar “mengurangi” layar.
“Buatlah ini lebih tentang mengisi hidup kita dengan hal-hal yang kita nikmati, bukan sekadar mencoba mengurangi waktu layar,” kata Price, yang suka bermain drum di waktu luangnya.
8. Buat ponsel lebih sulit digunakan
Psikiater dan penulis Dopamine Nation, Dr. Anna Lembke, menyarankan menghapus aplikasi yang paling menggoda dan mematikan ponsel saat tidak digunakan.
9. Gunakan laptop sebagai pengganti
Akses aplikasi penting melalui laptop membuat pengguna tidak terlalu impulsif, karena perangkat tersebut tidak Setiap Saat berada di tangan.
“Sehingga tidak terlalu mudah diakses dan tidak terlalu mobile,” ungkap Lembke.
10. Aktifkan mode hitam-putih
Lembke mengatakan Bila mengurangi warna pada layar ponsel dapat menurunkan rangsangan visual dan membuat ponsel terasa “kurang menarik”.
11. Buat aplikasi jadi membosankan
Mematikan fitur rekomendasi otomatis di platform seperti YouTube memaksa pengguna lebih sadar dalam memilih konten.
12. Tulis surat “putus” untuk ponsel Anda
Price menyarankan menulis surat reflektif tentang manfaat dan dampak buruk ponsel, layaknya mengevaluasi sebuah hubungan.
“Sungguh-sungguh anggaplah ponselmu sebagai mitra dalam hubungan. Apa yang kamu sukai darinya, tapi apa yang tidak berfungsi? Bagaimana ponsel itu membantumu? Bagaimana ponsel itu merugikanmu?” ujar Price.
13. Ambil jeda singkat yang terencana
Psikolog Larry Rosen merekomendasikan “tech breaks”, dua menit layar, diikuti 15-30 menit kerja fokus tanpa gangguan.
14. Ambil jeda panjang dari ponsel
Detoks digital yang lebih lama memang tidak nyaman, tetapi menurut Lembke, sering kali membuat orang lebih terhubung dengan lingkungan sosialnya.
15. Tukar ponsel dengan seseorang yang Anda percaya
Pada akhir pekan, Etkin, profesor dari Duke University, bertukar ponsel dengan pasangannya.
“Dengan begitu, kami bisa saling menghubungi Bila Dianjurkan, dan kami bisa memeriksa sesuatu Bila Dianjurkan. Tapi kami tidak bisa menggunakan platform media sosial masing-masing,” katanya.
(wpj/dmi)
[Gambas:Video CNN]
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











