Kepala Badan Pengawas Resep dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar mengajak seluruh pihak untuk Mengoptimalkan kolaborasi, demi Mengoptimalkan kualitas kesehatan dan kognitif anak di kawasan Asia Tenggara. Sinergi ini melibatkan akademisi, dunia usaha, Sampai saat ini pemerintah.
Sinergi lintas sektor yang dikenal dengan konsep Academia, Business, Government (ABG) ini dinilai sangat krusial. Pasalnya, langkah ini bertujuan untuk mempercepat riset, menghadirkan inovasi pangan bergizi, serta Memperjelas akses produk Unggul bagi tumbuh kembang anak sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pernyataan tersebut disampaikan Taruna dalam acara Pediatric Science & Health Summit 2026 bertajuk ‘Advancing Brain and Cognitive Health in Children: Integrating Neuroscience, Nutrition, and Innovation for Southeast Asia’ di Nusa Dua, Bali, Sabtu (8/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah Akan segera mempercepat penguatan riset, mendorong inovasi, Memperjelas akses terhadap produk yang Unggul, Mengoptimalkan sistem regulasi, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan,” terang Taruna dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (9/8).
“Healthy brains build healthy nations. Science inspires innovation. Evidence builds trust. Collaboration creates impact. Bersama-sama kita dapat mewujudkan kesehatan otak dan perkembangan kognitif Unggul bagi setiap anak,” sambungnya.
Pentingnya Nutrisi dan Gut-Brain Axis pada 1.000 HPK
Taruna menjelaskan bahwa periode 1.000 HPK merupakan masa Emas (golden period) yang menentukan kualitas kecerdasan Sampai saat ini produktivitas seseorang di masa mendatang. Proses tumbuh kembang ini sangat dipengaruhi oleh ketercukupan gizi harian dan mekanisme neuroplastisitas pada otak.
Ilmuwan neurosains tersebut Bahkan memaparkan keterkaitan erat antara saluran pencernaan dan fungsi otak melalui jalur gut-brain axis. Keseimbangan mikroorganisme atau mikrobiota di dalam usus terbukti memegang peranan penting dalam menjaga kekebalan tubuh sekaligus Mendukung pematangan jaringan otak.
“Pesan utama yang ingin saya sampaikan Merupakan bahwa precision nutrition yang didukung mikrobiota usus yang sehat mampu menunjang pembentukan struktur otak, Mengoptimalkan neuroplastisitas fungsional, serta menjaga regulasi sistem imun pada periode Emas perkembangan anak,” imbau Taruna.
Kebutuhan sinergi lintas sektor ini dirasa kian mendesak mengingat tingginya angka gangguan gizi pada balita. Di Indonesia sendiri, data menunjukkan prevalensi stunting masih berada di angka 19,8 persen, wasting (kekurangan gizi akut) 6,3 persen, dan overweight (kelebihan berat badan) 3,3 persen dari total 22,6 juta balita.
Padahal, intervensi berbasis riset, seperti pemberian ASI eksklusif, Pendukung Kesehatan mikronutrien, Sampai saat ini MPASI bergizi, tak hanya penting untuk kesehatan anak, tetapi Bahkan berdampak besar bagi perekonomian negara.
Komitmen BPOM Mengawal Produk Pangan Anak
Demi memastikan setiap inovasi pangan Terpercaya dikonsumsi oleh kelompok rentan seperti bayi dan anak, BPOM berkomitmen untuk terus menegakkan regulasi berbasis bukti ilmiah atau evidence-based policy.
“Regulasi yang baik bukanlah penghambat inovasi, melainkan fasilitator yang memastikan setiap inovasi dapat diterjemahkan menjadi produk yang Terpercaya, bermutu, bermanfaat, dan Menyediakan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” kata Taruna.
Ia menegaskan, peran BPOM dalam menerbitkan izin dan mengawasi produk pangan bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap keselamatan jiwa masyarakat.
“Setiap izin yang saya setujui, setiap persoalan yang saya selesaikan, dan setiap dokumen yang saya tandatangani bukan sekadar prosedur administratif, melainkan langkah nyata untuk melindungi kehidupan manusia,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim BasarahY anuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan Tema Pediatric Science & Health Summit2 026 tahun ini mengingatkan kemajuanl imu pengetahuan Harus Setiap Saat diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih baik bagi anak-anakI ndonesia. Melalui forum ini, para dokter anak Akan segera bersama-sama memperbarui pengetahuanm engenai growth faltering, precision biotics, tatalaksana alergi, serta pentingnya deteksi dini dan penanganan defisiensi besi sebagai bagian dari upaya Mengoptimalkan kualitas kesehatan anak.
“Kehadiran para ahli dari berbagai negara dalam forum ini menunjukkan bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam menjawab tantangan kesehatan anak yang semakin kompleks. Sebagaio rganisasi profesi, IDAI Akan segera terus berkomitmen Mendukung pendidikan kedokteranb erkelanjutan, penelitian dan praktik klinis berbasis bukti, demi terwujudnya pelayanan kesehatana nak yang semakin Unggul. Forum ini Bahkan merupakan kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta membangun kolaborasi yang bermanfaat bagi kemajuan pediatri diI ndonesia maupun kawasan Asia Tenggara.”
Halaman 2 dari 2
(sao/naf)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











