loading…
Indonesia Tuna Pavilion dalam rangkaian SIAL Food & Drinks Indonesia 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
“Memulai kebiasaan mengonsumsi tuna tidak Wajib dengan perubahan besar. Kita bisa mulai dengan memasukkan tuna ke dalam menu keluarga seminggu sekali, memilih jenis yang sesuai, dan mengolahnya dengan Trik yang kita sukai,” ujar Direktur MDPI Foundation Yasmin Simbolon dalam diskusi Bincang Tuna Episode 3 di Indonesia Tuna Pavilion, rangkaian SIAL Food & Drinks Indonesia 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, dikutip pada Minggu (8/11/2026).
Baca Bahkan: Perdagangan Keluar Negeri Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Penguatan konsumsi domestik dinilai memiliki prospek ekonomi seiring nilai Perdagangan Keluar Negeri tuna Indonesia yang Pernah terjadi melampaui USD1 miliar pada 2025. Peningkatan permintaan dalam negeri diharapkan dapat Memperluas pasar produk perikanan, mendorong inovasi produk olahan, serta Mengoptimalkan rantai pasok yang melibatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Program Leader Tuna Consortium Thilma Komaling mengatakan pilihan konsumsi masyarakat memiliki keterkaitan dengan keberlanjutan sumber daya laut dan kesejahteraan nelayan. Menurut Ia, konsumen Wajib mengenali produk tuna yang dibeli, termasuk Trik penangkapan dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyediaannya.
Dari sisi gizi, tuna berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber protein hewani untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Mengikuti Tabel Komposisi Pangan Segar Indonesia dari Badan Pangan Nasional, kandungan protein ikan tuna mencapai sekitar 25,76 gram per 100 gram bahan pangan.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
