Misteri Pertemuan Tertutup Pentagon-Israel di Tengah Ancaman Netanyahu Menggulingkan Rezim Iran


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Lini pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth melakukan kunjungan tanpa pengumuman sebelumnya ke Israel dan Menghelat pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pertemuan tersebut berlangsung ketika ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali meningkat, sementara kemungkinan dilanjutkannya operasi militer terhadap Teheran belum sepenuhnya tertutup.

Reuters pada Selasa (20/10/2026) melaporkan bahwa Hegseth menemui Netanyahu di Pangkalan Udara Ovda, kawasan Gurun Negev, Israel selatan, pada Senin (19/10/2026). Pertemuan itu membahas ancaman keamanan regional dan kerja sama militer kedua negara, termasuk kemampuan menghadapi ancaman melalui tindakan ofensif maupun defensif.

Juru Bicara Kantor Perdana Menteri Israel, Doron Spielman, mengonfirmasi langsung pertemuan tersebut kepada Reuters. Menurut Spielman, Netanyahu dan Hegseth membahas berbagai ancaman di kawasan serta kemitraan Amerika Serikat dan Israel untuk menghadapinya.

“Keduanya membahas ancaman di kawasan serta kemitraan Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi ancaman tersebut, baik secara ofensif maupun defensif,” kata Spielman kepada Reuters, Selasa (20/10/2026).

Spielman Bahkan menjelaskan Hegseth menyampaikan apresiasi kepada Israel karena Sebelumnya menjadi Tempat penempatan ribuan personel militer Amerika Serikat. Selain membicarakan keamanan kawasan, kedua pejabat menyinggung hubungan politik Kepala Negara Donald Trump dengan Netanyahu.

“Ada hubungan pribadi yang mendalam di antara keduanya, dan hal itu menjadi inti pembicaraan tersebut,” ujar Spielman ketika menjelaskan hubungan Trump dan Netanyahu.

Konfirmasi mengenai pertemuan tersebut Bahkan datang langsung dari Hegseth. Berbicara kepada wartawan pada Selasa (20/10/2026), kepala Pentagon itu mengakui Sebelumnya mengunjungi pasukan Amerika Serikat di Israel dan bertemu Netanyahu.

“Saya berada di sana untuk mengunjungi pasukan kami dan mendapat kesempatan berbicara dengan perdana menteri,” kata Hegseth sebagaimana dilaporkan CBS News.

Sekalipun, Hegseth menolak membeberkan isi pembicaraannya dengan Netanyahu. Ia hanya menegaskan Israel selama ini menjadi mitra penting bagi Amerika Serikat dalam menghadapi persoalan keamanan kawasan.

“Pernah Tidak mungkin tidak saja, isi pembicaraan kami bukan sesuatu yang Akan segera saya ungkapkan. Sekalipun, mereka Sebelumnya menjadi mitra yang baik, dan saya menghargai hal itu,” ujar Hegseth.

Sikap Hegseth yang tidak menjelaskan substansi pertemuan membuat perhatian tertuju pada perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Terlebih, kedua negara sebelumnya Sebelumnya melakukan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari 2026, yang kemudian Memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

Netanyahu Perintahkan Penggulingan Pemerintahan Iran

Perkembangan yang semakin Mengoptimalkan ketegangan muncul dua hari setelah pertemuan Hegseth dan Netanyahu. Pada Rabu (21/10/2026), Netanyahu secara terbuka menyatakan bahwa penggulingan pemerintahan Iran merupakan bagian dari arah kebijakan keamanan yang ingin ditempuh Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam upacara kelulusan kandidat perwira militer Israel di sekolah perwira Bahad 1, Israel selatan. Dalam pidatonya, Netanyahu menuding pemerintahan Iran kembali berupaya mengembangkan persenjataan nuklir yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negaranya.

Netanyahu secara khusus menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sebagai penerus kebijakan nuklir ayahnya, Ali Khamenei. Ia mengklaim pemerintahan Iran belum mengambil pelajaran dari konflik militer sebelumnya dan kembali berupaya mengembangkan senjata yang dapat mengancam Israel.

“Rezim Iran masih belum belajar dari pengalaman sebelumnya. Mojtaba Khamenei memutuskan mengikuti jejak ayahnya, dan Iran kembali berusaha mengembangkan senjata pemusnahnya,” kata Netanyahu sebagaimana dilaporkan The Times of Israel, Rabu (21/10/2026).

Netanyahu kemudian menyampaikan pernyataan yang jauh lebih tegas mengenai masa depan pemerintahan Iran. Ia mengatakan penggulingan pemerintahan di Teheran merupakan langkah yang menurutnya diperlukan untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel secara permanen.

“Karena itu, hanya ada satu Trik untuk menghilangkan ancaman tersebut untuk selamanya, Dikenal sebagai menggulingkan rezim di Iran. Itulah arahan saya kepada militer Israel, Mossad, dan lembaga-lembaga keamanan,” ujar Netanyahu.

Pernyataan tersebut Bahkan diberitakan The Jerusalem Post pada hari yang sama. Sekalipun, Netanyahu tidak mengumumkan tanggal pelaksanaan operasi militer ataupun menjelaskan apakah arahan tersebut Sebelumnya diterjemahkan menjadi rencana serangan yang memperoleh persetujuan Amerika Serikat.

Pernyataan Netanyahu Wajib dipahami sebagai sikap dan arahan politik yang disampaikannya secara terbuka. Tuduhannya bahwa Iran Tengah berupaya membangun senjata nuklir Bahkan belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang Sebelumnya dibuktikan secara independen melalui pernyataan tersebut.

Menhan Israel Ancam Balas Serangan Iran

Ancaman terhadap Iran Bahkan disampaikan Menteri Lini pertahanan Israel, Israel Katz, dalam upacara militer yang sama. Katz memperingatkan Iran dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya Supaya bisa tidak melancarkan serangan terhadap Israel menjelang pemilihan umum parlemen pada 27 Oktober 2026.

Menurut Katz, aparat keamanan Israel mengidentifikasi adanya upaya dari pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh untuk mengganggu keamanan menjelang Pemungutan Suara Rakyat. Ia secara khusus menuding Iran dan kelompok sekutunya Tengah mempertimbangkan tindakan yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan pemungutan suara.

“Dalam beberapa hari terakhir, kami mengidentifikasi upaya musuh-musuh kami, terutama Iran dan kelompok-kelompok sekutunya, untuk melakukan serangan teror yang dapat memengaruhi hasil Pemungutan Suara Rakyat di Israel,” kata Katz sebagaimana dilaporkan The Times of Israel.

Katz menyatakan pemerintah Israel Sebelumnya Mengoptimalkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan tersebut. Ia Bahkan mengingatkan Iran bahwa tindakan militer terhadap Israel Akan segera memperoleh respons yang keras.

“Pesan kami kepada rezim Iran jelas. Kami mengetahui upaya kalian, kami siap menggagalkannya, dan kami siap menyerang dengan kekuatan penuh,” kata Katz.

Katz kemudian menyampaikan peringatan yang lebih keras terhadap Teheran. “Bila Iran menyerang Israel, Iran Akan segera terbakar,” ujarnya.

Pernyataan Netanyahu dan Katz memperlihatkan bahwa Iran tetap menjadi perhatian utama kebijakan Lini pertahanan Israel. Sekalipun, ancaman terbuka kedua pejabat tersebut belum membuktikan bahwa Israel Sebelumnya menetapkan waktu pelaksanaan serangan militer baru.

 


Loading…


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version