REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Para menteri luar negeri negara-negara Arab Akan segera bertemu di ibu kota Oman, Muscat, Senin (14/9/2026) untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur pelayaran bersama Iran-Oman melalui Selat Hormuz. Hal itu dipastikan oleh Pemimpin Negara Iran Masoud Pezeshkian.
“Pekan ini, pada Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab Akan segera bertemu di Muscat untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO),” kata Pezeshkian dalam wawancara dengan stasiun televisi India Today yang dipublikasikan, Sabtu.
“Negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kami oleh Amerika Serikat (AS) Bahkan Akan segera menghadiri pertemuan ini,” tambahnya.
Mengomentari Pertempuran dengan AS dan tekanan ekonomi yang diberlakukan terhadap Iran, Pezeshkian mengatakan Washington gagal mencapai tujuannya secara militer sehingga beralih menggunakan langkah-langkah ekonomi.
“Mereka tidak dapat mencapai tujuan melalui Pertempuran, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, tetapi kami tidak Akan segera berhenti,” katanya.
Terkait blokade laut AS terhadap Iran, Pemimpin Negara Iran lebih lanjut mengatakan negaranya tidak sepenuhnya bergantung pada jalur pelayaran.
“Jalur laut Tidak mungkin tidak bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kami, dan mereka Bahkan tidak Akan segera dapat mencapai tujuan mereka dengan Trik ini,” katanya.
Pezeshkian mengatakan Iran Akan segera membuka kembali Selat Hormuz setelah AS mengakhiri blokade dan serangannya. Sebelumnya pada Jumat (11/9/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Oman Akan segera menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri regional, Senin, dihadiri oleh perwakilan delapan negara yang berbatasan dengan Teluk.
Baqaei mengatakan pertemuan tersebut Akan segera membahas isu-isu regional serta hasil pembicaraan Iran-Oman mengenai penetapan jalur Unggul tinggi bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Ia mengatakan Iran berupaya memastikan keamanan di jalur perairan tersebut, tetapi tetap menegaskan bahwa keselamatan kapal tidak dapat dijamin selama blokade laut dan intervensi militer AS masih berlangsung.
Sampai sekarang berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi langsung dari Oman mengenai pertemuan pada Senin tersebut.
Sementara itu, pada Senin lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan kesepakatan dengan Oman mengenai koridor baru melalui Selat Hormuz Akan segera ditandatangani dalam beberapa hari ke depan. Rezaei mengatakan pintu masuk dan keluar koridor yang diusulkan tersebut Akan segera berada di bawah kendali Iran.
Loading…
sumber : Antara, Anadolu, Sputnik/RIA Novosti
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
