Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem marketplace khusus untuk pengadaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sistem ini nantinya mengadopsi mekanisme Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) yang selama ini digunakan dalam pengelolaan belanja Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut dibuat Supaya bisa proses pengadaan bahan baku MBG lebih transparan. Pemerintah nantinya dapat mengetahui secara jelas pihak yang menjadi pemasok, harga barang, transaksi, Sampai sekarang aspek perpajakannya.
“Sehingga kita tahu nanti transaksinya jelas, perpajakannya jelas dan lain sebagainya,” ujar Sudaryono dalam keterangannya yang disampaikan melalui akun Instagramnya, Sabtu (12/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap awal, terdapat enam Barang Dagangan yang Berencana masuk dalam sistem tersebut. Keenamnya Dikenal sebagai daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur, beras, minyak goreng, dan susu.
Sudaryono menargetkan marketplace pengadaan bahan baku MBG mulai beroperasi pada akhir September atau awal Oktober 2026. Selain Mengoptimalkan transparansi transaksi, sistem ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Pemasok Dianjurkan Terverifikasi
Dalam sistem tersebut, BGN Bahkan Berencana menerapkan mekanisme verified seller. Dengan mekanisme ini, pemasok bahan baku MBG tidak dapat berasal dari sembarang pihak.
“Nanti Berencana ada dari sisi marketplace-nya Berencana ke asosiasi. Jadi belinya itu Merupakan yang verified seller. Nah, verified seller itu siapa? Ya Merupakan asosiasi itu,” jelas Sudaryono.
BGN Bahkan tengah menyusun mekanisme Supaya bisa pengadaan bahan baku MBG sebisa Mungkin sekali dilakukan dari wilayah setempat. Dengan demikian, dapur MBG di suatu daerah Berencana diarahkan untuk membeli Barang Dagangan dari wilayahnya sendiri.
Sudaryono Menyajikan contoh pengadaan telur untuk dapur MBG di Mojokerto. Menurutnya, selama stok tersedia, telur untuk kebutuhan dapur MBG di wilayah tersebut Berencana diprioritaskan berasal dari Mojokerto.
“Nah nanti ada cakupannya, misalnya kalau di Mojokerto, beli telur ya Mojokerto aja, nggak boleh beli telur dari luar kabupaten. Kalau di dalam kabupatennya nggak ada barangnya gimana? Baru Ia boleh nyebrang,” tuturnya.
Menurut Sudaryono, pola tersebut tidak hanya bertujuan memperketat proses pengadaan bahan baku MBG. Pemerintah Bahkan ingin dampak ekonomi program tersebut dapat terlihat Sampai sekarang tingkat daerah.
“Jadi ini mekanisme Baru saja saya susun. Sehingga indeks ekonominya itu kelihatan,” katanya.
MBG Tak Hanya Soal Gizi
Sudaryono menegaskan program MBG sejak awal tidak hanya ditujukan untuk Mengoptimalkan kualitas gizi penerima manfaat. Pemerintah Bahkan menginginkan program tersebut Menyajikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
“Karena impact yang diinginkan oleh program MBG itu dua (itu),” pungkasnya
Halaman 2 dari 2
(naf/naf)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
