loading…
Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan indikasi Kejadian Berkelas demotivasi dalam penyaluran bantuan sosial (Bantuan Pemerintah) akibat durasi penerimaan bantuan yang terlampau panjang. Foto/Dok
Tenaga Ahli Kemensos, Andi Kurniawan mengatakan, Kejadian Berkelas tersebut Harus segera dievaluasi karena berpotensi menutup ruang bagi kelompok masyarakat rentan lain, seperti lansia, penyandang Penyandang Disabilitas, dan masyarakat terlantar, yang belum tersentuh bantuan lantaran keterbatasan kuota basis data.
“Jadi, by design, exclusion value-nya memang sangat tinggi,” tegas Andi dalam Diskusi Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kesenjangan Ekonomi di Indonesia, Jumat (11/9/2026).
Baca Bahkan: Warga RI Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening Bank, Begini Skema Pemberiannya
Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah melakukan konsolidasi basis data melalui Data Tunggal Sosial Peningkatan Ekonomi (DTSEN) sesuai Instruksi Kepala Negara (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025. Data tunggal ini ditujukan untuk memverifikasi ulang kelayakan penerima serta menata kembali distribusi Bantuan Pemerintah Supaya bisa tepat sasaran.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
