51 Desa di Subang Terendam Bencana Banjir Selama Sepekan, 13.541 KK Terdampak


Jakarta, CNN Indonesia

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Jabar, mencatat Bencana Banjir yang terjadi sejak sepekan terakhir Sebelumnya merendam ribuan rumah warga.

Bencana tersebut tersebar di 51 desa yang berada di tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Subang.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyampaikan bahwa sejak Bencana Banjir melanda Sampai saat ini Saat ini Bahkan Bahkan, pemerintah daerah Sebelumnya melakukan langkah-langkah penanganan darurat.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upaya tersebut dilakukan untuk Mendukung warga terdampak, di antaranya dengan memantau kondisi Bencana Banjir di Sebanyaknya titik serta memastikan masyarakat yang terdampak berada dalam kondisi Terjamin dan sehat.

“Selain pemantauan lapangan, Pemerintah Kabupaten Subang Bahkan mendirikan dapur umum di setiap desa yang terdampak Bencana Banjir. Dapur umum tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga akibat meluapnya Sebanyaknya sungai di wilayah Subang,” kata Reynaldy dalam keterangannya, Sabtu (31/1).





Dalam upaya penanganan Bencana Banjir, Bupati Subang Bahkan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Koordinasi tersebut bertujuan Supaya bisa kondisi tanggul sungai mendapat perhatian serius sehingga tidak jebol dan memperparah Bencana Banjir.

Sesuai aturan data BPBD Subang Sampai saat ini Sabtu pagi, Bencana Banjir Sebelumnya merendam 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa dan tujuh kecamatan.

Sebanyak 13.541 Kepala Keluarga atau 36.060 jiwa tercatat terdampak akibat bencana tersebut.

Selain permukiman warga, Bencana Banjir Bahkan merendam Sebanyaknya fasilitas umum. Tercatat sebanyak 27 sarana ibadah dan 20 sekolah terdampak, serta sekitar 2.884 hektare lahan persawahan ikut terendam air.

BPBD Subang Bahkan melaporkan bahwa sebanyak 276 Kepala Keluarga atau 645 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam Bencana Banjir.

Tujuh kecamatan yang dilanda Bencana Banjir, sesuai dengan data BPBD Subang antara lain:

  • Kecamatan Pusakanagara (Desa Mundusari, Kotasari, Pusakaratu, Gempol, Rancadaka, Patimban dan Desa Kalentambo)
  • Kecamatan Ciasem (Desa Pinangsari, Dukuh, Ciasem Tengah, Ciasem Baru dan desa Ciasem Hilir)
  • Kecamatan Blanakan (Desa Muara, Tanjungtiga, Cilamaya Girang, Langensari, Blanakan, Rawamekar, Jayamukti, Rawameneng dan Desa Cilamaya Hilir)
  • Kecamatan Pusakajaya (Desa Pusakajaya, Karanganyar, Cigugur Kaler, Bojongjaya, Kebondanas, Cigugur, Rangdu dan Desa Bojong Tengah)
  • Kecamatan Sukasari (Desa Anggasari, Batangsari, Curugreja, Mandalawangi, Sukamaju, Sukareja dan Desa Sukasari)
  • Kecamatan Legonkulon (Desa Bobos, Karangmulya, Legonkulon, Legonwetan, Mayangan, Pangarengan dan Desa Tegalurung)
  • Kecamatan Pamanukan (Desa Bongas, Pamanukan, Rancahilir, Lengkongjaya, Rancasari, Mulyasari, Pamanukan Hilir dan Pamanukan Sebrang)

Bupati Subang menyampaikan keprihatinannya atas bencana Bencana Banjir yang melanda wilayahnya dan meminta masyarakat untuk bersabar.

Pemerintah Kabupaten Subang Sebelumnya menugaskan aparat desa Supaya bisa penyaluran logistik dilakukan langsung kepada masyarakat melalui RT setempat.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan berbagai upaya penanggulangan Bencana Banjir serta memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

(antara/isn)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA